Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Waspada Suka Gonta-ganti Pasangan, Pengidap HIV Terbanyak Berusia 20-40 Tahun

Mereka yang berisiko tinggi terjangkit, kata Indarti, ia yang tergolong dalam populasi rentan yaitu orang yang suka gonta-ganti pasangan,

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sejumlah remaja yang tergabung dalam KISARA (Kita Sayang Remaja) melakukan aksi lepas balon dan berbagi bunga dalam solidaratas memperingati Hari Aids Sedunia di bundaran Catur Muka, Denpasar, Kamis (1/12/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Peringatan Hari AIDS Sedunia juga dilakukan di Kabupaten Karangasem, Bali.

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem membagikan selebaran brousur bahaya HIV/AIDS kepada sopir truk galian C, pengendara roda dua dan empat yang melintas, Kamis (1/12/2016) di seluruh Kecamatan.

Baca: 40 Persen Penderita HIV/AIDS di Bali Terdata di Denpasar

“Tadi sekitar 1.000 brosur dibagikan. Kami prioritaskan sopir galian C. Biasanya kalau kepingin kadang beli jajan di jalan. Mereka rawan terkena virus HIV/AIDS,” kata Tirtayana.

Berdasarkan catatan KPA, paling banyak rentang usia 20-40 tahun atau usia produktif. “Sebetulnya semua punya kemungkinan tertular kalau dia berperilaku berisiko. Jadi kasusnya banyak di usia produktif,” ungkap Indarti.

Sama seperti di Karangasem sebanyak 75 persen atau 449 dari kasus di Karangasem masih usia produktif. Tirtayana menambahkan, penderita usia 1-4 tahun sekitar 31 kasus. Usia 5-19 tahun 17 kasus, dan 40-60 tahun mencapai 101 kasus.

Mereka yang berisiko tinggi terjangkit, kata Indarti, ia yang tergolong dalam populasi rentan yaitu orang yang suka gonta-ganti pasangan, penerima jasa seks atau yang tergolong Pekerja Seks Komersial (PSK), orang suka selingkuh, dan pengguna narkoba menggunakan jarum suntik.

“Sekarang kami berupaya bagi masyarakat yang berperilaku berisiko, ayo datang ke layanan. Kalau kami tahu status sejak dini, segera minum obat dan ke depannya bisa beraktivitas,” harapnya.

Kasus HIV AIDS di Karangasem kebanyakan melalui seks bebas. Hampir 538 kasus disebabkan heteroseksual (seks beda kelamin), 4 kasus homoseksual (seks sama kelamin), 3 kasus dari jarum, 33 kasus bawaan dari lahir. Sisanya penyaluran virus melalui pasangan resiko tinggi, tato, serta pelanggan PSK.

KPA Kota Denpasar melakukan sosialisasi ke sejumlah pihak baik kalangan pelajar, maupun mereka yang masuk dalam kategori populasi rawan HIV/AIDS.

“Untuk menjegah, kami lakukan edukasi kepada masyarakat baik dari usia muda, anak-anak SMP, SMA, dan kepada masyarakat umum. Selain itu, kami juga edukasi kepada populasi yang rentan tertular HIV,” jelas Indarti.

KPA juga edukasi kepada ODHA. Hal ini dilakukan agar para ODHA bisa menjaga pasangannya dan agar si pengidap bisa hidup secara berkualitas.

Tirtayana juga berharap warga dan pemuda menjauhi prilaku seks bebas. Pihaknya mengimbau warga setia ke satu pasangan. Ketika berhubungan harus mengunakan kondom. “Kita wanti-wanti agar warga mejauhi prilaku seks bebas,” kata dia. (i wayan erwin widyaswara/saiful rohim)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved