Ngeri! Wajah Para Wanita Ini Bukan Hitam Karena Terbakar, Tapi Ditato!
Infeksi menjadi masalah yang umum terjadi pada para wanita.Mereka terkadang berdarah di beberapa bagian, termasuk kelopak mata yang juga ditato.
TRIBUN-BALI.COM - Di salah satu suku terpencil di Myanmar, terdapat kebiasaan melukis tato pada wajah para wanita.
Wanita-wanita berwajah tato ini tinggal di daerah Chin, Rakhine dan Arakan di sebeah barat laut Myanmar.
Asal mula tato wajah ini tidak diketahui.
Namun beberapa percaya bahwa kebiasaan ini dimulai saat pemerintahan raja dahulu kala.
Keluarga kerajaan dulunya datang ke desa-desa untuk menangkap wanita dan pria muda untuk dijadikan budak.
Dengan mentato wajah, mereka akan terlihat "jelek" sehingga tidak terpilih oleh anggota kerajaan.

Wanita-wanita tato di wajah | Foto: Eric Lafforgue / Exclusivepix Media
Maka kehidupan mereka terselamatkan dengan tidak dijadikan budak.
Tradisi ini rupanya masih berlanjut hingga sekarang, meskipun hanya ada di suku-suku terpencil.
Selama bertahun-tahun, akses ke area suku Mindat telah dibatasi oleh pemerintah Burmese.
Namun, akses tersebut telah dibuka dua tahun lalu, dengan mendatangkan 700 turis yang berkunjung tiap tahunnya.
Sebelumnya, kebanyakan para turis hanya mengunjungi pedesaan Mount Victoria dengan bus.
Mereka tidak pernah bertemu wanita yang wajahnya bertato yang terisolasi, yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki berjam-jam lamanya.
Wanita-wanita yang masih memegang teguh tradisi ini memiliki pola tato berbeda pada wajahnya.

Wanita-wanita tato di wajah | Foto: Eric Lafforgue / Exclusivepix Media
Tato berbentuk jaring laba-laba sangat populer di daerah Mrauk U.
Biasanya disertai lingkaran di tengah kening yang merepresentasikan matahari, atau garis di bawah hidung yang menggambarkan kumis harimau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tato_20161209_180237.jpg)