Dharma Wacana

Muda Berjaya, Masa Tua Lepaskan Ego

Ketika sudah masuk ke usia tua, kita memasuki konsep wanaprasta. Setelah itu barulah memasuki konsep saniasa.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tut Wuri Handayani berarti seorang pemimpin harus mampu berikan dorongan moral kepada orang-orang di sekitarnya.

Dalam ajaran Catur Asrama, pemimpin tersebut diartikan sebagai orang tua atau orang yang sudah memasuki masa wanaprasta.

Sebab, orang tua sudah melewati dua massa.

Seperti brahmacari (masa menuntut ilmu) dan grahasta (masa membina hubungan rumah tangga).

Kalau kita berbicara masalah agama, harusnya kita melandasi diri berdasarkan konsep catur asrama.

Setiap catur asrama itu memiliki fase masing-masing.

Kalau dia fase brahmacari dia lebih ditekan pada dharma.

Kalau dia di grahasta, dharma tetap menjadi landasan untuk mencapai artha dan kama.

Ketika sudah masuk  ke usia tua, kita memasuki konsep wanaprasta. Setelah itu barulah memasuki konsep saniasa.

Namun yang menjadi fenomena sekarang, tidak jarang ditemui orang yang semakin tua malah semakin berulah dan sulit dikendalikan.

Hal inilah cerminan orang tersebut tidak menyadari ajaran wanaprasta.

Penyebabnya tak lain karena kesalahan edukasi.

Dan yang paling membahayakan adalah orang tua yang terjangkit post power syndrome.

Post power syndrome ini merupakan gejala yang muncul ketika seseorang tak lagi berkuasa.

Sebelum memasuki masa tua, hidupnya jaya, punya pengaruh.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved