Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Putri Gusti Pudja Sebut Cocok Gambar Ayahnya Ada di Logam Rp 1.000, Ini Alasannya!

Pihak keluarga pun menyambut gembira keputusan pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) yang menjadikan wajah Gusti Pudja sebagai gambar dalam mata uang.

Tayang:
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Uang koin baru 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Wajah pahlawan nasional asal Bali I Gusti Ketut Pudja terpilih menghiasi koin pecahan Rp 1.000 terbaru.

Uang ini dirilis Bank Indonesia bersama pemerintah serentak di seluruh Indonesia pada Senin (19/12/2016).

Baca: Kebahagiaan Gusti Arinti, Peresmian Uang Baru Bertepatan Ulang Tahunnya

Pihak keluarga pun menyambut gembira keputusan pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) yang menjadikan wajah Gusti Pudja sebagai gambar dalam mata uang.

Menurut I Gusti Ayu Nyoman Arinti (79), anak ketiga Gusti Pudja, sosok ayahnya yang sederhana sangat cocok dijadikan gambar pada pecahan mata uang logam Rp 1.000.

“Kami senang sekali. Itu merupakan kebijakan pemerintah yang tepat. Mata uang Rp 1.000 cocok sekali dengan sosok bapak yang merakyat. Kalau uang Rp 100 ribu tidak semua masyarakat bisa memiliki, tetapi kalau uang Rp 1.000 semua masyarakat bisa memilikinya,” kata Gusti Arinti kepada Tribun Bali di rumahnya Jalan Veteran, Singaraja, Senin (19/12/2016).

Sebagai catatan Gusti Pudja sempat menjabat sebagai Gubernur Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara) pasca Proklamasi Kemerdekaan.

Ia juga turut merancang pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pertama dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Tokoh penentu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini terlibat dalam perumusan naskah Proklamasi pada 16 Agustus 1945.

Kemudian diangkat menjadi Gubernur Sunda Kecil, yang menyebarluaskan Proklamasi Kemerdekaan pada masyarakat Indonesia ke seluruh hingga pelosok.

Atas jasanya, Presiden Soeharto menganugerahkan penghargaan Bintang Mahaputera Utama kepada Gusti Pudja.

Tahun 2001, Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional, berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 113/TK/2011.

Selain Gusti Pudja, ada 11 pahlawan nasional lain yang gambarnya diabadikan pada mata uang rupiah yang baru.

Di antaranya Djuanda Kartawidjaja menggantikan I Gusti Ngurah Rai untuk uang kertas pecahan Rp 50 ribu, Sam Ratulangi (Rp 20 ribu), Frans Kaisiepo (Rp 10 ribu), Idham Chalid (Rp 5.000), Mohammad Hoesni Thamrin (Rp 2.000), dan Tjut Meutia (Rp 1.000).

Sementara uang logam untuk pecahan Rp 500 diisi gambar Tahi Bonar Simatupang, pecahan Rp 200 bergambar Tjiptomangunkusumo, dan pecahan Rp 100 gambar Herman Johanes.

Adapun untuk uang pecahan Rp 100 ribu tetap menampilkan gambar wajah Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved