Bali Paradise
Asiknya Mancing Sambil Kuliner di Desa Budaya Kertalangu, Flying Fox Cuma Rp 25 Ribu
Wisata kolam pancing pun bisa menjadi tujuan berlibur. Anda bisa mencoba sensasi kolam pancing D’Tukad Mancing yang berlokasi di Jalan By Pass
Penulis: made cintya dewi | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mengisi liburan tidak mesti berkunjung ke tempat wisata yang mewah dan mahal.
Wisata kolam pancing pun bisa menjadi tujuan berlibur. Anda bisa mencoba sensasi kolam pancing D’Tukad Mancing yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai, No 88, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman, Denpasar, Bali.
“Di sini kami membuat sebuah kawasan hiburan di masyarakat agar mereka berkumpul di tempat ini, berekreasi dengan harga murah. Kenapa saya bilang murah, kalau kita hitung-hitung memang murah sekali, palingan cuma Rp 100 ribu berempat. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa liburan itu tidak perlu mahal,” jelas pemilik D’Tukad Mancing, Komang Agus Punarbawa.
Wisata kolam pancing ini sudah ada sejak lama, dan mulai dikembangkan lagi oleh Komang Agus Punarbawa sejak Juni 2016.
Setelah dikembangkan dan dikelola oleh Komang Agus, kolam pancing ini menjadi lebih bagus dan tertata.
“Sebelumnya memang sudah berupa kolam pancing. Tapi diperbaharui lagi dan ada pergantian owner pada Juni kemarin. Juni kami garap proyeknya, dan Juli opening lagi menjadi sebuah kolam pancing yang baru, dengan suasana dan service yang berbeda. Baik itu kebersihan, fasilitas, dan konsepnya,” tutur Komang Agus.
Memasuki pintu gerbang D’Tukad Mancing, pengunjung akan melihat keseruan asiknya memancing. Ada yang berseru kecewa karena mangsa yang hampir tertangkap terlepas kembali. Ada juga pemancing berteriak kegirangan karena umpan mereka dilahap ikan dan berhasil ditangkap.
Terdapat tiga buah kolam yang ukurannya sekitar 33 meter persegi. Masing-masing kolam berisi berbagai jenis ikan, semisal bawal, lele, dan ikan patin.
Pengunjung bebas menentukan akan memancing jenis ikan yang mana.
Biaya sewa paser hanya seharga Rp 13 ribu yang dapat digunakan sepuasnya dan sudah termasuk satu set umpan. Jika pengunjung ingin menambah umpan, harganya Rp 5 ribu per set.
Pengunjung juga diperbolehkan apabila ingin membawa paser dan umpan dari rumah.
“Mau bawa umpan dan pancing dari rumah juga boleh, tidak masalah. Kan ada beberapa yang fanatik nih, biasanya untuk nangkap patin. Patin itu kan susah ditangkapnya, jadi mereka bawa umpan dari rumah. Entah mereka bawa racikan sendiri, bawa jangkrik dari rumah, terserah mereka. Kami di sini hanya menyiapkan umpan pelet dan jangkrik,” kata Komang Agus.
Hasil tangkapan bisa dibawa pulang maupun dimasak di tempat.
Harga per kg ikan bervariasi, tergantung jenisnya. Lele dibanderol seharga Rp 27 ribu per kg.
Sementara bawal dan patin harganya Rp 39 ribu per kg. Ikan bisa dimasak dengan cara digoreng, dibakar, dinyat-nyat, dipepes, dan ditimbung.
Biaya masakpun berbeda-beda, tergantung prosesnya. Jika digoreng dan dibakar, biayanya Rp 15 ribu per kg, sementara dinyat-nyat, ditimbung, dan pepes, harganya Rp 25 ribu per kg.
“Biasa orang-orang mintanya digoreng dan dibakar karena habis mancing mereka lapar. Jadi biar cepat, mereka pesannya digoreng saja. Tapi kalau punya waktu lebih, saya sarankan dinyat-nyat atau ditimbung, karena rasanya akan luar biasa. Nanti akan ada aroma bumbu Balinya,” tutur Komang Agus.
D’Tukad Mancing dilengkapi dengan delapan gazebo untuk makan, empat gazebo tempat memancing, satu gazebo besar, dan satu wantilan.
Harga sewa gazebo untuk makan dan memancing adalah Rp 30 ribu per jam. Sementara untuk gazebo besar dan wantilan bisa digunakan secara gratis.
Berkuda Mengelilingi Sawah
Selain gazebo, tersedia juga mainan anak-anak seperti trampoline dan ayunan.
Bagi yang suka tantangan ketinggian, D’Tukad Mancing juga menawarkan flying fox, dengan tarif Rp 25 ribu sekali main.
Pengunjung yang hobi berolahraga kuda, juga bisa menyewa kuda di sini dengan harga Rp 25 ribu selama 30 menit.
Komang Agus menyiapkan dua ekor kuda untuk pengunjungnya.
Pengunjung nanti akan diajak mengelilingi area persawahan yang ada di sekitar D’Tukad Mancing dengan menunggangi kuda.
D’Tukad Mancing juga menawarkan cooking class yang dibuka untuk umum. Peserta akan diajak memetik sayur di kebun, memancing ikan.
Setelah semua bahan terkumpul, peserta akan diajari proses memasak selama 3 hingga 4 jam tergantung jenis makanan yang dimasak.
Peserta yang ikut cooking class akan dikenakan biaya sebesar Rp 250 ribu.
“Kami ingin mengajarkan bagi siapa pun, entah itu mancanegara maupun domestik, memasak ala kami. Nanti kami ajak jalan-jalan mengenal subak, jogging track selama 1 jam. Kami siapkan kebun yang ada sayur-sayurannya, entah itu kangkung maupun kemangi,” jelas Komang Agus. (*)
Info Harga:
Paket gurame goreng/ bakar Rp 53.000
Paket lele goreng Rp 28.000
Paket gurame nyat-nyat Rp 53.000
Paket ayam goreng kecap Rp 38.000
Pepes ikan patin Rp 9.000
Pepes lele Rp 7.000
Paket timbungan patin Rp 35.000
Paket timbungan ayam Rp 45.000
Nasi goreng ikan teri 23.000
Soup ayam Rp 25.000
Soup patin Rp 27.000