Bupati Katingan Kok Selingkuh? Ternyata Ini 5 Alasan Orang Selingkuh Menurut Psikolog
Tak hanya semata alasan yang keluar dari mulut si klien, namun masuk lebih dalam! Berikut ini penuturan psikolog Ratih Ibrahim.
Sifatnya memang eksistensial. Pada dasarnya setiap orang butuh untuk bisa eksis sehingga kehadirannya di dalam hidup ini dihayatinya sebagai bermakna.
Meski demikian, pada dasarnya ada ruang-ruang kosong yang menanti untuk diisi dalam diri setiap orang.
Some voids. Keterisian kekosongan itu menjadi dambaan pada kita, baik kita sadari maupun tidak.
Secara sadar maupun tidak kita berupaya untuk mengisi ruang kosong tersebut.
Kita lalu melakukan pencarian-pencarian.
Dan ketika kita bertemu dengan seseorang kita merasa adanya kecocokan yang timbul akibat chemistry yang terjadi ketika ada sebuah relasi.
Chemistry yang terjadi menimbulkan sensasi rasa yang indah, seperti rasa senang, pas, suka, bahagia, cinta, dan lain sebagainya.
Dan kita merasa dia adalah our soul mate, pasangan hidup kita.
Masalahnya sekarang adalah, apakah satu orang saja cukup untuk memenuhi seluruh ruang kosong yang kita miliki dalam diri kita itu?
Jawabnya, tentu saja tidak. Karenanya, setelah beberapa waktu kemudian, ketika masa bulan madu relasi usai, kita kembali merasakan adanya ruang-ruang kosong yang masih tetap kosong, dan belum terpenuhi.
Kemudian proses pencariannya dimulai kembali. Sampai pada suatu ketika kita bertemu orang lain yang rasanya cocok.
Betulkan demikian? Sebetulnya ya tidak juga.
Apakah ketika kita melepaskan pasangan kita demi si dia, otomatis segala kerinduan pemenuhan diri kita akan terpenuhi?
Jelas tidak. Mengapa? Si dia mampu melengkapi kekosongan itu lantaran ruang kosong yang lain sudah dipenuhi oleh pasangan sejati kita sendiri.
Sayangnya hal ini lebih sering tidak disadari oleh si pelaku perselingkuhan. (K. Tatik Wardayati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/selingkuh_20161119_160924.jpg)