Bagaimana Cara Membedakan Keperawanan Dan Keperjakaan? Ini Kata Dokter
Bagi masyarakat Indonesia masalah keperawanan hingga saat ini masih menjadi sesuatu yang sakral.
TRIBUN-BALI.COM - Keperawanan wanita dan keperjakaan pria sering kali menjadi pertanyaan pasangan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Indonesia masalah keperawanan hingga saat ini masih menjadi sesuatu yang sakral.
Berbeda dengan masyarakat barat yang budayanya serba bebas.
Ada banyak mitos yang masih dipercaya berkaitan dengan masalah keperawanan maupun keperjakaan.
Namun apakah benar kita dapat mengetahui keperawanan atau keperjakaan seorang hanya dengan melihat dengan mata telanjang atau bahkan lebih jauh, merasakannya?
Sebelum kita mendiskusikan hal apa saja yang bisa menjadi penanda perawan dan perjaka atau tidaknya seseorang, ada baiknya kita perlu sejajarkan pemahaman mengenai konsep keperawanan wanita dan keperjakaan pria seperti yang dilansir dari klikdokter.com ini:
Apa yang dimaksud dengan keperawanan wanita atau keperjakaan pria?
Berikut ini lebih jelasnya:
Pertama, perlu kita satukan pemahamam mengenai definisi keperawanan atau keperjakaan.
Terdapat dua konsep yang dipahami masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan, yaitu:
- Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan,
- Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.
Bagaimana dengan keperjakaan pria? Keperjakaan pria lebih mengarah kepada definisi sosial dimana seorang pria belum pernah berhubungan intim.
Pada pria tidak ada struktur fisik yang mengalami perubahan dengan hubungan seksual.
Dalam arti kata lain, pria tidak memiliki gejala atau indikator lainnya yang bisa dijadikan parameter keperjakaannya.
Apa hubungannya antara himen dengan keperawanan wanita?
Himen merupakan membran tipis yang berada di dekat muara "Miss V". Himen memiliki pori atau lubang bagian tengahnya sehingga darah menstruasi dapat keluar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/perawan_20161214_183500.jpg)