Ayam Geprek Sambal Ala Bos Terasa ‘Meledak’ di Mulut, Pedasnya Bikin Ketagihan

Ke sembilan sambal itu di antaranya sambal ala bos, sambal tomat terasi segar, sambal bongkot, sambal tempe, sambal tahu, sambal terasi, sambal kecap

Tribun Bali/Rizal Fanany
Nasi Ayam Geprek Sambal Tomat Terasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ratu Ayu Astri Desiani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain terkenal kaya akan rempah, makanan asal Indonesia juga terkenal dengan sensasi pedasnya.

Bagi sebagian orang, rasa pedas ini membuat ketagihan dan tentunya dapat meningkatkan selera makan.

Tidak mengherankan jika di setiap sudut warung sampai restoran bintang lima menyajikan beraneka ragam makanan dengan cita rasa pedas.

Warung Ayam Geprek Bogasari misalnya.

Terletak di Jalan Hayam Wuruk Nomor 302 Denpasar, warung ini didirikan khusus untuk para pecinta makanan pedas. 

Anda dapat menikmati olahan menu ayam goreng yang disajikan dengan cara digeprek atau ditumbuk, dan diberi berbagai varian rasa sambal yang menggugah selera.

Saat memesan ayam geprek di tempat ini, anda akan disuguhkan berbagai pertanyaan seperti jenis sambel apa yang diinginkan, dan berapa jumlah cabai yang akan ditambah.

Pemilik Warung Ayam Geprek Bogasari, I Nyoman Wira Kusuma mengatakan, para pelanggan rata-rata menggunakan lima hingga 10 cabai dalam setiap porsinya.

Hidangan nasi ayam geprek
Hidangan nasi ayam geprek

Agar lebih memanjakan lidah para pengunjung, Warung Ayam Geprek Bogasari menyediakan sembilan macam sambal yang dijamin mampu membuat keringat anda bercucuran.

Ke sembilan sambal itu di antaranya sambal ala bos, sambal tomat terasi segar, sambal bongkot, sambal tempe, sambal tahu, sambal terasi, sambal kecap, sambal rujak, dan sambal mercon.

Harga setiap sambalnya dibanderol mulai Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu rupiah saja.

"Pengunjung bebas memilih berapa jumlah cabai yang akan digunakan. Kami tidak akan menambahkan harganya," ujar Wira saat ditemui Tribun Bali, Senin (16/1/2017) sore.

Dijelaskan Wira, menu favorit yang menjadi primadona di lidah para pengunjung adalah Ayam Geprek Sambal Ala Bos dan  Ayam Geprek Sambal Bongkot.

Aneka nasi ayam geprek
Aneka nasi ayam geprek

Dibanderol dengan harga Rp 18 ribu per porsinya, Ayam Geprek Sambal Ala Bos ini disajikan dengan nasi dan berbagai macam lalapan seperti mentimun, kubis (kol), dan kemangi sebagai makanan pelengkap.

Ukuran porsinya pun terbilang cukup besar.

Harga yang cukup terjangkau mengingat Warung Ayam Geprek Bogasari berada di lokasi srategis dan padat penduduk.

Jika dicium dari aromanya, Ayam Geprek Sambal Ala Bos ini begitu menggugah selera.

Nasi ayam geprek ala bos
Nasi ayam geprek ala bos

Saat disantap, rasa menu ini benar-benar lezat dan kaya rasa.

Pedas cabainya serasa meledak saat satu sendok ayam geprek dan nasi mendarat di mulut.

Pemilik Warung Ayam Geprek Bogasari mengatakan sambal itu diracik langsung oleh istrinya.

Ayam Geprek Sambal Bongkot pun tak kalah lezat.

Nasi ayam geprek sambal bongkot
Nasi ayam geprek sambal bongkot

Sambal khas Bali ini merupakan sambal yang dibuat dengan bahan dasar batang dan bunga kecombrang atau orang Bali biasa menyebutnya dengan bongkot.

Bunga dan batang kecombrang tersebut diiris tipis-tipis, lalu ditumis bersama cabai yang diulek halus.

Saat disantap, kecombrang membuat sambal ini  memiliki cita rasa yang unik dan beraroma khas.

"Sehari itu kami biasanya menghabiskan 60 potong dada atau paha ayam, dan 1,5 kilogram cabe super. Kami tidak menggunakan merica, rasa pedas sambal kami asli dari rasa cabai. Walaupun harga cabai sekarang lagi mahal, kami tetap tidak menambahkan merica," jelas Wira.

Untuk meredam rasa pedas di mulut, Warung Ayam Geprek Bogasari telah menyediakan berbagai minuman manis dan segar.

Satu di antaranya adalah mocktail yang dibuat dari sari buah dicampur dengan soda dan sedikit daun mint sebagai penghiasnya.

Orange Squash
Orange Squash

"Jenis mocktail di sini ada  tiga, orange squash, lime squash, dan lime sugar mint. Harganya Rp 15 ribu per gelas. Rasanya segar, jadi orang-orang banyak yang mesan. Untuk meredam rasa pedas juga pas," ucap Wira.

Bagi para anak muda, Warung Ayam Geprek Bogasari juga menjadi satu tempat yang asik untuk dipakai nongkrong.

Selain menjual ayam geprek, warung ini juga menjual aneka makanan ringan seperti kentang goreng, roti bakar, pisang bakar dengan varian rasa yang lezat dan nikmat.

Aneka hidangan Warung Ayam Geprek Bogasari
Aneka hidangan Warung Ayam Geprek Bogasari

Suasana Kebun Segarkan Mata

Di tengah padatnya aktivitas kota Denpasar, Warung Ayam Geprek Bogasari mampu menghipnotis para pengunjung dengan menyajikan suasana alam.

Berbagai macam tumbuh-tumbuhan hijau tertata rapi di setiap sudut halaman warung ini, dijamin mampu menyejukkan mata anda.

Warung ini beroperasi setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita.

Jika anda berkunjung ke tempat ini pada siang hari, anda akan merasakan sejuknya terpaan angin sepoi-sepoi.

Suasana makan di Warung Ayam Geprek Bogasari
Suasana makan di Warung Ayam Geprek Bogasari
Suasana di Warung Ayam Geprek Bogasari
Suasana di Warung Ayam Geprek Bogasari

Sedangkan malam hari, anda akan disuguhkan suasana romantis dari gemerlap cahaya neon.

"Warung Ayam Geprek Bogasari ini masih satu lokasi dengan Bali Fruit Garden. Jadi pengunjung juga bisa berwisata di Bali Fruit Garden yang ada di belakang warung. Untuk interiornya sih kami buat sendiri ya. Apa yang unik ya kami masukin aja ke sini," ujar Wira.

Lanjut Wira, pihaknya juga terbuka untuk event-event tertentu seperti perayaan ulang tahun, meeting dan nonton bareng (nobar).

Ke depannya ia ingin menambahkan berbagai alat musik, agar pengunjung lebih merasa betah dan terhibur.

"Tidak perlu nyewa tempat. Cukup mesan menu di sini, pengunjung bebas menggunakan fasilitas seperti wifi atau tempat yang kami sediakan," tandasnya. (*)

Daftar Menu Makanan:
1. Nasi Ayam Geprek Ala Bos Rp 18.000
2. Nasi Ayam Geprek Sambal Tomat Terasi Rp 18.000
3. Nasi Ayam Geprek Sambal Bongkot Rp 18.000
4. Pelecing Kangkung Rp 4.000

Minuman:
1. Orange Squash Rp 15.000
2. Jus Alpukat Rp 15.000
3. Capucino Rp 7.000
4. Es Teh Rp. 4.000

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved