Ormas Baladika Bali dan Laskar Bali Damai, Sepakat Jadi Benteng Jaga Kedamaian Bali!
Ormas sebagai bagian dari masyarakat Bali sejatinya memang menjaga Bali dari kondisi apapun
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dua organisasi masyarakat terbesar di Bali, Baladika Bali dan Laskar Bali sepakat berdamai untuk menjaga Bali.
Setelah sempat dirundung duka dengan adanya perseteruan, hingga pertempuran darah, akhirnya dua ormas ini pun sepakat berdamai.
Mereka akan menjadi benteng menjaga ketertiban dan keamanan Bali.
Baca: Sekjen Laskar Bali: Kami Malu, Ngurah Rai Tempur Lawan Penjajah, Kami Malah Ribut Sesama Saudara!
Baca: Baladika: Kami Ingin Tepis Stigma Negatif, Kami Mau Jaga Bali, Langgar Kesepakatan Anggota Ditindak!
Hal itu diutarakan pimpinan kedua ormas besar itu ketika melakukan pertemuan di Warung Jepun Jalan Hayam Wuruk Denpasar Bali, Minggu (5/2/2017) siang ini.
Ketua Dewan Pembina Baladika Bali, Nyoman Gde Sudiantara menyatakan, kesepakatan damai dalam menjaga NKRI adalah harga mati.
Ormas sebagai bagian dari masyarakat Bali sejatinya memang menjaga Bali dari kondisi apapun.
Sehingga tidak ada namanya ormas akan bertikai atau menumpahkan darah sesama saudara Bali.
"Karena Bali merupakan jendela Indonesia di mata dunia, maka kita harus menjaga kedamaian ketentraman di Bali," ucapnya, Minggu (5/2/2017).
"Ini juga menepis stigma bahwa kami dicap negatif sebagai perusuh di Bali. Kami buktikan bahwa kami bisa menjaga Bali," imbuhnya.
Dalam pertemuan itu sendiri, dihadiri Ketua Umum Laskar Bali Gung Alit, Ketua Umum Baladika, Gus Bota, Ketua Dewan Pembina Baladika Nyoman Gde Sudintara, Sekjen Laskar Bali Ketut Ismaya, Sekjen Baladika Bali, Mang Lokho, Dewan Penasehat Laskar Bali Gung Suma, Dewan Penasihat Laskar Bali Ketut Rochineng, Wakil Ketua Umum Baladika Bali, Gus Ari dan beberapa petinggi lainnya.
Sementara itu, Penasihat Laskar Bali, Gung Suma menuturkan, bahwa kesepakatan ini merupakan kesadaran dari kedua belah pihak.
Sehingga tidak ada tekanan atau dijembatani oleh pihak manapun.
Karena itu, kedua belah pihak menekankan bahwa tidak ada yang bisa memanfaatkan momentum ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ormas_20170205_153235.jpg)