Diprediksi Ketat, Suara Pendukung Agus-Sylvi Bakal Jadi Rebutan
Tidak ada kampanye menemui masyarakat apalagi mengumpulkan massa."Penyebaran alat peraga kampanye juga tidak ada, itu kan kampanye juga," ujarnya.
TRIBUN-BALI.COM - Tahapan putaran kedua yang dimulai 4 Maret 2017 bakal lebih singkat dibanding pertama.
Tidak ada kampanye di putaran kedua.
Baca: Ahok Tak Pikirkan Strategi Putaran I, Anies Kemungkinan Rangkul Agus
Komisioner KPU DKI Sidik mengatakan, kampanye pada tahapan kedua yang akan digelar pada 6-15 April, sifatnya adalah penajaman visi misi dalam sekali debat.
Tidak ada kampanye menemui masyarakat apalagi mengumpulkan massa.
"Penyebaran alat peraga kampanye juga tidak ada, itu kan kampanye juga," ujarnya.
Karena tidak ada kampanye, maka jika petahana lolos putaran kedua, tidak perlu lagi cuti seperti pada putaran pertama. "Enggak ada cuti," imbuhnya.
KPU DKI juga tidak akan melakukan pemutakhiran daftar pemilih. Sumbernya tetap Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang jumlahnya 7,1 juta, ditambah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), yaitu mereka yang kemarin memilih menggunakan e-KTP atau Surat Keterangan.
"Jadi nanti ditambahkan dengan yang pakai suket atau e-KTP," ucapnya.
Sesuai jadwal, pemungutan dan penghitungan suara putaran kedua akan digelar 19 April 2017.
Dilanjutkan rekapitulasi suara pada 20 April sampai 1 Mei 2017.
Diprediksi Ketat
Sejumlah lembaga survei memprediksi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung ketat.
Sebanyak 17 persen suara pasangan Agus-Sylvi bakal menjadi rebutan oleh pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.
"Suara pendukung Agus-Sylvi ini bakal menjadi rebutan," ujar Manager Riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Rudi Ruswandi, saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasagan-cagub-dan-cawagub-nomor-2_20170216_100107.jpg)