Berita Banyuwangi
Tiga Inovasi Pelayanan Publik Banyuwangi Ikuti Kompetisi Tingkat Dunia
Rio menjelaskan ada tiga jenis kategori yang dilombakan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tersebut.
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Tiga inovasi Pemkab Banyuwangi terpilih untuk mengikuti kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat dunia yang digelar Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Public Service Awards / UNPSA) 2017 di Den Hag Belanda.
Ketiga inovasi tersebut adalah Sakina, Pujasera dan Bayi Lahir Procot Pulang Bawa Akte.
“Ada tiga program inovasi pelayanan publik Banyuwangi dipercaya mewakili Indonesia pada kompetisi yang diselenggarakan oleh PBB. Kami berharap progran-program tersebut bisa mendapatkan penilaian yang baik dan ikut mengharumkan nama negara,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (24/2/2017).
Ketiga inovasi Pemkab Banyuwangi tersebut sebelumnya telah terpilih dalam kompetisi Top 35 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik), yang digelar Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Program Pujasera dan Sakina merupakan inovasi pelayanan publik dibidang kesehatan, sedangkan Lahir Procot Pulang Bawa Akta, di bidang kependudukan.
Kepala Dinas Kesehatan, dr Widji Lestariono mengatakan tiga program inovasi Banyuwangi tersebut akan berkompetisi bersama program layanan publik dari berbagai negara di Belanda pada 28 Februari mendatang.
Pada kompetisi itu delegasi Indonesia dari Banyuwangi akan ikut memaparkan semua program yang dikompetisikan.
“Pemkab Banyuwangi akan mengirimkan delegasi ke Belanda bersama tim dari Kemenpan RB untuk memaparkan program-program unggulan kita disana,” terang Rio.
Rio menjelaskan ada tiga jenis kategori yang dilombakan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tersebut.
Pertama, kategori inovasi pelayanan publik yang menyentuh rakyat miskin dan pihak yang paling rentan melalui partisipasi dan layanan inklusi.
Kedua, kategori pelayanan publik yang mendorong transparansi, akuntabilitas dan integritas.
Ketiga, kategori inovasi dan keunggulan dalam menyediakan pelayanan kesehatan. Banyuwangi terpilih mewakili kategori ketiga.
Program Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (Sakina), terang Rio, adalah program yang digagas oleh Puskesmas Sempu.
Program ini terbukti ampuh, sebab dengan program tersebut angka kematian dapat dicegah.
Program ini dilatarbelakangi oleh angka kematian ibu dan anak di kawasan Sempu yang cukup tinggi saat proses persalinan.
Misalnya pada tahun 2013, frekuensi yang meninggal dunia mencapai 12 orang, yang terdiri atas 9 anak dan 3 ibu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/banyuwangi_20170224_175140.jpg)