Kremasi Ida Pendanda Tianyar Begitu Sederhana, Ternyata Ini Pesannya Sebelum Meninggal
Prosesi kremasi jenazah Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar di Krematorium Centre Mumbul Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua berlangsung begitu cepat
Laporan Wartawan Tribun Bali, Fauzan Al Jundi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Prosesi kremasi jenazah Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa di Krematorium Centre Mumbul Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua berlangsung begitu cepat dan sangat sederhana.
Ida Pedanda Tianyar yang dikenal dengan sosok sederhana dalam masa hidupnya juga berpesan untuk melakukan upacara yang sederhana juga ketika kematiannya.
Sekitar pukul 05.30 wita, pihak keluarga menghubungi Kepala Krematorium Taman Mumbul untuk bersiap mengkremasi Ida Pedanda Tianyar, ini adalah permintaan Ida Pedanda Tianyar untuk dikremasi di Krematorium Taman Mumbul yang dikenal dengan nama Kertha Semadi.
"Keluarga jam setengah 6 sudah menelpon agar mempersiapkan semua, membukakan pintu pagar, mereka datang di Mumbul jam 6 lebih 10 menit," kata kepala Krematorium Taman Mumbul, Piet Cahyono, (Selasa, 28/2/2017).
Cahyono mengatakan, tamu sudah datang sejak pukul setengah 7 pagi, dihadiri oleh Ketua PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tanaya, Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, serta tokoh dan pemuka agama lainnya.
"Tamu datang jam setengah 7, Sudikerta wakil gubernur, Wisnu Tanaya Ketua PHDI, dan beberapa tokoh yang lain," ujar Cahyono.
Prosesi kremasi jenazah Ida Pendanda Tianyar begitu cepat sekitar 1 setengah jam sudah selesai sambil diiringi doa-doa oleh tamu yang datang.
"Jenazah datang dan langsung diupacarai pukul 8 kurang 15 selama 45 menit. Setengah 9 langsung masuk dikremasi sampai jam 10.00 Wita," kata Cahyono.
Menurut salah seorang petugas Krematorium Taman Mumbul mengatakan, tamu yang datang sangat banyak tidak biasanya kejadian seperti ini, sekitar 500 orang datang ke Taman Mumbul ini.
"Tamunya banyak sekali yang datang sekitar 500 orang ke Mumbul ini," kata Wayan Karde, petugas Kremasi jenazah Ida Pedanda Tianyat kepada Tribun Bali.
Cahyono merasa kagum dengan sosok Ida Pedanda Tianyar orang yang sangat berpengaruh di Bali, dimana ia melihat prosesi kremasi jenazahnya cepat dan sangat sederhana.
"Upacaranya sederhana sekali mereka cuma baca doa-doa setelah itu sudah tidak ada masalah sajen pokoknya sangat sederhana sekali," jelas Cahyono.
"Cepet sekali prosesnya, ambil tulang langsung dikemas masuk mobil menuju karangasem," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-pedanda-gede-ketut-sebali-tianyar-arimbawa_20170227_112746.jpg)