Astaga, Ketut Bulian Rusak Sanggah karena Merasa Sial Terus, Ini Akibatnya!
Ia tak terima karena merasa selama ini hidup dalam kesialan, sakit-sakitan, Kamis (16/3/2017).
Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Martil itu ia genggam. Kemudian melayangkannya pada pelanggih padma dan apit lawang.
I Ketut Darmayasa alias Ketut Bulian (41), mengamuk.
Ia tak terima karena merasa selama ini hidup dalam kesialan, sakit-sakitan, Kamis (16/3/2017).
Warga Banjar Kerta Budi, Desa Batur Selatan, Kintamani tersebut nekat mengahancurkan sanggah pamerjannya.
Kejadian kemarin diketahui oleh Luh Ratna (30), dan Ayu Gek (28) yang merupakan kerabat satu sanggah Bulian.
Mengetahui hal tersebut, mereka melapor kepada kerabat lainnya, I Nyoman Kota (57).
Setelahnya, mereka bergegas melihat Bulian yang mengamuk.
Padma dan apit lawang pun telah rusak.
Nyoman Kota kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintamani karena takut terjadi perusakan lagi.
Kapolsek Kintamani, Kompol Gede Sumena mengatakan, saat diinterogasi, Bulian mengaku kesal.
Selama ini ia merasa sudah melakukan banyak hal baik, namun masih saja sial dalam menalani hidupnya.
"Pelaku merasa depresi lantaran kesal sudah melakukan banyak hal, membuat ini-itu, sering sembahyang, tapi masih saja sial dalam pekerjaan, sering sakit-sakitan, dan lain-lain. Makanya dia melampiaskan dengan merusak sanggahnya," papar Sumena.
Total kerugian yang dialami keluarga mencapai Rp 50 juta.
Sumena melanjutkan, saat ini pelaku masih diamankan di Polsek Bangli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-mengamuk_20151015_113723.jpg)