Bali Paradise
‘Ini Warkop, Bukan Coffee Shop!’, Santai Bareng Teman di BC Street Coffee
Dengan slogan ‘ini warkop, bukan coffee shop’ mereka ingin mengajak pengunjung kembali pada suasana kopi yang santai dan guyub.
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ngumpul santai sambil menyeruput secangkir kopi memang seakan menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia.
Gaya hidup ini tidak hanya dimiliki masyarakat kota besar, namun juga orang pedesaan.
Sudah menjadi hal yang lumrah juga jika kita melihat para orang tua nongkrong bareng di warung sambil ditemani kopi panas.
Sementara itu, anak-anak muda di kota datang ke coffee shop untuk tujuan yang sama, ngumpul.
Kedua pemandangan itu seakan mengingatkan kita, kopi adalah minuman yang merakyat, dapat dinikmati oleh siapa saja.
Yang membedakan hanyalah cara penyajian.
Apa pun itu, yang jelas kopi telah memberikan warna tersendiri dalam budaya komunal Indonesia.
Meskipun ada juga orang yang lebih suka menikmati kopi sendirian.
Saat ini banyak pengusaha kreatif yang melihat peluang dari berbisnis kopi.
Akibatnya, kedai kopi tumbuh menjamur, terutama di wilayah Denpasar.
Masing-masing mengembangkan suatu karakter sebagai nilai jual, baik dari segi rasa maupun suasana.
BC Coffee Street merupakan satu di antaranya. Warung kopi yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat No 15X ini menawarkan sensasi ngopi santai di pinggir jalan.
Dengan slogan ‘ini warkop, bukan coffee shop’ mereka ingin mengajak pengunjung kembali pada suasana kopi yang santai dan guyub.
“Kami ingin semua pengunjung bisa menikmati kopi dan hidangan sesantai mungkin. Mereka bebas tertawa dan bercanda tanpa harus terlihat formal,” kata Praz, public relation BC Coffee Street.
Karena mengedepankan suasana non formal, sistem pelayanannya pun sengaja dibuat semi self service.
Jangan harap Anda akan didatangi waiter atau waitress ketika sudah duduk manis.
Silakan Anda datang ke meja pesan, menulis sendiri pesanan, kemudian diserahkan ke kasir.
Setelahnya Anda dapat kembali ke kursi sambil menunggu pesanan tiba.
Di tempat ini juga tidak tersedia wifi, sebab ini bukan tempat untuk berinternet ria.
Terkadang, justru karena internet inilah pengunjung jadi tidak bisa fokus menikmati suasana ngumpul bersama teman.
Masing-masing akan sibuk dengan aktivitas dunia maya.
Dengan tidak adanya fasilitas wifi ini, pengelola BC Street Coffe berharap setiap pengunjung menghargai waktu bersama orang di samping mereka.
Tidak adanya fasilitas wifi ini rupanya tak menyurutkan animo masyarakat mengunjungi warung kopi ini.
Hampir setiap malam, tempat ini penuh dengan pelanggan.
Kebanyakan dari pengunjung adalah anak-anak muda.
Mereka datang ke tempat ini bersama teman atau keluarga.
Mereka terlihat santai dalam riuhnya jalan besar di dekat mereka.
Meskipun berlabel warung kopi, namun rupanya sajian di sini ditampilkan dengan cara berkelas.
Pancake banana misalnya, tampilannya begitu cantik dengan toping es krim dua rasa yang memperkaya warna.
Latte di sini pun disajikan dengan tampilan latte art yang menarik.
“Barista tidak hanya profesional dalam meracik rasa kopi. Mereka juga ahli membuat latte art. Bahkan ada barista kami yang sempat menjuarai Bali Latte Art Jam 2016 dan mendapat predikat 7 besar dalam Indonesia Latte Art Competition (ILAC),” kata Praz.
Ada berbagai macam kopi yang mereka sajikan di sini.
Namun yang paling khas adalah kopi klasik dari setiap daerah di Indonesia.
Setiap bulannya, mereka akan menyajikan kopi yang berbeda.
Selama Maret ini, mereka menyajikan kopi Flores, Kintamani, dan Kayumas Jawa.
Selain itu ada juga kopi impor dari Ethiopia dan Brazil.
“Yang paling favorit adalah kopi Bali. Ada dua jenis kopi Bali yang kami sediakan, arabica dan robusta. Kopi arabica warnanya agak cokelat. Kadar asam kopi jenis ini juga tidak terlalu tinggi. Yang khas dari arabica adalah kesan rasa yang agak nutty (seperti kacang). Kalau robusta, dia cocok diseduh sebagai kopi tubruk,” jelas Praz.
Bagi Anda yang tidak bisa menikmati kopi karena punya masalah lambung.
BC Street Coffee juga menyediakan kopi dengan kadar kafein sangat rendah.
Sehingga Anda tidak perlu khawatir asam lambung akan naik.
Selain kopi, Anda juga bisa menikmati minuman lain seperti teh, susu, dan smoothies.
Dihibur Akustik dan Karaoke
Agar acara ngumpul Anda semakin asyik, BC Street Cofee menyediakan penampilan akustik setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu.
Selain akustik, BC Street Coffee juga pernah menyelenggarakan event karaoke.
“Kami membuka kerjasama bagi Anda yang ingin menyelenggarakan event musik,” ungkap Praz.
Jumat (17/3) lalu, BC Street Coffee bekerjasama dengan Tribun Bali dan Yamaha menggelar Fun Karaoke Stage at Truck. Dalam acara tersebut pengunjung diajak berkaraoke ria.
Mereka bebas menentukan lagu dan bernyanyi di hadapan pengunjung lainya.
Tentu saja hal ini berbeda dengan karaoke biasa di ruang tertutup. Suasana Jumat malam pun bertambah hangat dan guyub.
Lalu bagaimana soal harga? Anda tidak perlu khawatir sebab moto mereka adalah ‘kopi enak nggak harus mahal’.
Harga yang ditawarkan di sini sangat terjangkau dengan kantong anak indekos. Kopi tubruk dapat Anda nikmati hanya dengan membayar Rp 8 ribu.
BC Street Coffee buka setiap hari dari pukul 16.00 hingga 01.00 Wita. Pastikan Anda menghabiskan waktu bersama orang terdekat dengan kopi yang nikmat dan suasana yang hangat di tempat ini. (*)
Menu
Coffee
Espresso Rp 13.000
Butter Coffee Rp 18.000
Caffe Latte Dingin/Panas Rp 18.000
Kopi Tubruk (Bali Robusta) Rp 8.000
Tiramisu Dingin/Panas Rp 19.000
Non Coffee
Matcha Green Tea Latte Rp 19.000
Red Velvet Latte Rp 17.000
Susu Jahe Rp. 9.000
Teh Dingin/panas Rp 5.000
Taro Smoothies Rp 22.000
Caramel Smoothies Rp 22.000
Makanan
Roti Bakar Rp 6.000
Pisang Bakar Rp 8.000
French Fries (180 gram) Rp 18.000
Pancake Banana Rp 17.000
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bc-street-coffee_20170329_150034.jpg)