Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kini Harus Mulai Irit! Tarif Air Naik 118 Persen di Bali Mulai Mei

Antara mengatakan, selama ini PDAM Bangli belum pernah menaikkan tarif dasar, terlebih pemberlakuan tarif lama ini sudah berjalan selama tujuh tahun l

Tribun Bali/Prima

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pelanggan PDAM di Kabupaten Bangli, Bali kini harus mulai irit dalam menggunakan air.

Pasalnya Pemerintah Kabupaten Bangli berencana menaikkan tarif dasar air dan tarif dasar air minum mulai Mei 2017.

Kepala Bagian (Kabag) Teknik PDAM Bangli, I Wayan Rudi Antara, Jumat (31/3/2017) mengatakan, terkait adanya rencana kenaikan tarif air minum.

Antara mengatakan, kepastian naiknya tarif dasar air dan air minum, setelah turunnya Peraturan Bupati No 4  tahun 2017 tentang tarif dasar dan tarif air minum pada perusahan daerah air minum, khususnya untuk kecamatan Tembuku, Susut dan Bangli.

Antara mengatakan, selama ini PDAM Bangli belum pernah menaikkan tarif dasar, terlebih pemberlakuan tarif lama ini sudah berjalan selama tujuh tahun lebih.

Oleh sebab itu, sebelum pemberlakuan tarif baru pada Mei, PDAM Bangli pada April akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat.

Disebutkan Antara, kenaikan tarif dasar air yang baru untuk jenis pelanggan rumah tangga yang sebelumnya seharga Rp 1.650 per meter kubik, pada Mei mendatang naik menjadi Rp 3.700 per meter kubik atau naik sekitar 118 persen (lebih dua kali lipat).

Sedangkan untuk golongan sosial dan umum, tarif dasar air yang sebelumnya sebesar Rp 1.320 per meter kubik, naik menjadi Rp 2.960 per meter kubik.

Dan untuk insatansi pemerintah tarif dasar air yang sebelumnya sebesar Rp 1.650 per meter kubik, naik menjadi Rp 4.070 per meter kubik.

Terkait jumlah pelanggan PDAM, Antara menyebutkan, hingga Maret pelanggan PDAM di Bangli mencapai 16.072 pelanggan.

Dari total jumlah pelanggan tersebut, sebanyak 89,50 persen berasal dari golongan Rumah Tangga.

Disusul golongan niaga sebanyak 7,82 persen, dan golongan sosial sebanyak 2,68 persen.

“Sebagian besar pelanggan kami berasal dari golongan rumah tangga, sementara untuk golongan niaga dan Industri sangat kecil, “ ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved