MENGEJUTKAN Sosok Penikam Paspampres Ternyata Tukang Nasi Bebek
Dua korban, merupakan anggota Batalyon Pengawalan (Yonwal) dan anggota Grup B Paspampres.
Saat mau menyeberang, tiba-tiba disenggol pengendara sepeda motor. Karena tidak terima, korban mendatangi si penabrak.
Tapi, si penabrak tidak terima. Hingga terjadi cekcok dengan anggota Paspampres ini.
Melihat anggotanya lagi ribut tak jauh dari markas Paspampres.
Seorang anggota bernama Prada Fatah Kudus datang untuk melerai rekannya, Pratu Pasaribu.
Malah Prada Fatah Kudus diserang dan dikeroyok orang tidak dikenal. Ia pun ambruk bersimbah darah dengan sejumlah luka.
Melihat kedua korban sudah tak berdaya, pelaku mungkin tahu kalau korban itu adalah anggota Paspampres, maka gerombolan pelaku kabur meninggalkan korban di lokasi kejadian.
Kedua korban ditolong rekannya dan sejumlah warga.
Awalnya dibawa ke markas namun karena kondisi luka sangat parah, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta pusat.
Penjual Nasi Bebek
Komandan Paspampres Grup A, Kolonel Inf Muhammad Hasan mengatakan salah seorang pelaku penusukan sudah tertangkap di puskesmas, Jalan Tanah Abang V.
Pelaku seorang penjual nasi bebek.
"Pelaku penusukan telah tertangkap di Jalan Tanah Abang 5. Di puskesmas, ketika pelaku sedang mengobati luka robek di pelipis kepala," ujar Hasan.
Sementara itu, dua korban, merupakan anggota Batalyon Pengawalan (Yonwal) dan anggota Grup B Paspampres.
Grup B merupakan personel Paspampres yang melekat untuk memberikan pengamanan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto menyebut kondisi dua orang anggota Paspampres semakin membaik.
Rico dan Fatah masih dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Dari peristiwa itu, Rico mengalami dua luka tusukan di bagian perut dan Fatah mendapat enam luka tusukan di bagian punggung.(tribunnews/denis/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/paspampres_20170425_144413.jpg)