Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

AS Nekat Kerahkan Pesawat B-1B Pembom ke Korea, Perang Nuklir Dikhawatirkan Segera Pecah

Kedua pesawat supersonik B-1B Lancer dikerahkan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea

Editor: Eviera Paramita Sandi
AP
Pesawat tempur 

TRIBUN-BALI.COM, SEOUL - Korea Utara menuduh Amerika Serikat pada Selasa (2/5/2017) mendorong Semenanjung Korea ke jurang perang nuklir setelah sepasang pesawat perang strategis AS terbang di atas daerah langit Korea dalam latihan bersama Angkatan Udara Korea Selatan.

Kedua pesawat supersonik B-1B Lancer dikerahkan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea terkait dengan program nuklir Korea Utara.

Angkatan udara Amerika hari Selasa mengerahkan dua pesawat pembom B-1B terbang diatas jazirah Korea dalam latihan bersama angkatan udara Korea Selatan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Moon Sang Gyun menjelaskan latihan bersama hari Senin bersama pesawat Supersonik dilakukan untuk mencegah provokasi oleh Korea Utara dan untuk menguji kesiapan terhadap uji nuklir.

Angkatan Udara Amerika Serikat mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan, dua pesawat Supersonik pembom telah terbang dari Guam untuk melakukan latihan bersama dengan pasukan udara Korea Selatan dan Jepang.

Korea Utara mengingatkan provokasi militer sembrono malah akan mendorong situasi di Semenanjung Korea lebih dekat ke jurang perang nuklir. Demikian dikutip dari laporan kantor berita Korea Utara, KCNA pada hari Selasa (2/5/2017).

Ketegangan di Semenanjung Korea semakin tinggi selama minggu ini, didorong oleh keprihatinan bahwa Korea Utara akan melakukan Uji nuklir yang keenam.

Sebuah kapal perusak milik Pasukan Bela Diri (SDF) Maritim Jepang juga mulai mengawal kapal pemasok AS di sepanjang lepas pantai Samudra Pasifik Jepang dalam misi baru di bawah undang-undang keamanan nasional Jepang.

Senin (1/5/2017) siang, kapal induk pengangkut helikopter, Izumo, dipastikan telah bergabung dengan kapal pemasok AS di lepas pantai Provinsi Chiba, dekat Tokyo.

Izumo meninggalkan pangkalannya di Yokosuka, selatan Tokyo, pada Senin pagi.

Kapal Izumo tampaknya akan mengawal kapal AS tersebut ke lepas pantai Kepulauan Shikoku pada hari Selasa (2/5/2017) sebelum kemudian berpisah ke jalur masing-masing.

Izumo diperkirakan akan melanjutkan pelayaran ke Asia Tenggara.

Sementara itu kapal pemasok AS tersebut akan berlayar menuju perairan di sekitar Semenanjung Korea.

Kapal itu diperkirakan akan menyediakan bahan bakar bagi kapal-kapal angkatan laut AS yang tengah berjaga menghadapi gerakan apa pun dari Korea Utara.

Undang-undang keamanan baru yang mulai berlaku bulan Maret tahun lalu memungkinkan SDF Jepang mengawal kapal-kapal perang AS yang beroperasi melindungi Jepang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved