VIDEO Kesiapan Kapal Untuk Operasi Jaring Walleca 2017 di Perairan Timur Indonesia
Puluhan personel Bea & Cukai wilayah timur berbaris rapi di Pelabuhan Benoa Dermaga Timur, Bali
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI, DENPASAR – Puluhan personel Bea & Cukai wilayah timur berbaris rapi di Pelabuhan Benoa Dermaga Timur, Bali, Rabu (10/5/2017).
Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat Bea dan Cukai Harry Mulya memimpin upacara pembukaan Operasi Patroli Laut Bea Cukai Jaring Wallacea 2017.
Usai memimpin apel tersebut Harry bersama tamu undangan lainnya pun melakukan peninjauan kesiapan kapal.
Harry Mulya mengungkapkan bahwa untuk melanjutkan keberhasilan Operasi Patroli Laut di tahun 2016, tahun ini Bea Cukai kembali menggelar operasi patroli laut tersebut.
“Jadi untuk operasi patrol laut bea cukai jaring Wallacea 2017 ini dimulai pada hari ini nanti sampai dengan kita dua tahap. Tahap pertama sampai bulan Juni mendatang,” jelas Harry.
Ia menambahkan untuk tahap dua dimulai bulan September mendatang sampai bulan Oktober.
Harry lebih lanjut menyampaikan dalam operasi ini melibatkan delapan kapal.
Satu diantaranya kapal berukuran 60 meter diturunkan juga terdapat kapal ukuran 38 meter dan 24 meter.
“Itu kapal paling besar itu bisa menjelajah dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.
Dalam operasi jaring Wallace 2017 ini juga melibatkan 4 Kantor Wilayah timur Indonesia, dan 3 Pangkalan Sarana Operasi.
Harry menjelaskan bahwa sasaran dari operasi ini antara lain untuk mencegah dan menindak pemasukan barang berbahaya seperti senjata dan bahan peledak, minuman keras ilegal, hasil hutan dan barang tambang ilegal, illegal fishing, serta ballpress di wilayah Timor Leste dan Sulawesi.
Selain barang-barang tersebut, patroli laut Bea Cukai juga akan memaksimalkan pengawasan terhadap kejahatan lintas negara khususnya pengawasan terhadap penyelundupan narkotika jalur laut, mengingat trennya saat ini juga menunjukkan peningkatan
“Kita melihat masuknya barang-barang illegal seperti barang-barang kayu, rotan dan lain sebagainya. Ataupun barang-barang yang mau diselundupkan ke kita,” ungkap Harry.
Di tahun 2016, Bea Cukai berhasil melakukan 404 penindakan, sementara hingga April 2017 Bea Cukai telah melakukan 184 penindakan.(*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali