Berita Bali
Pino Bahari Sudah Pulang Dari RS, Biaya Perawatan Ditanggung Jasa Raharja dan BPJS
Mantan Atlet Petinju Pino Bahari Sudah Pulang Dari RS, Biaya Perawatan Ditanggung Jasa Raharja dan BPJS
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — RSUD Bali Mandara sebut mantan petinju Pino Bahari sudah pulang dari Rumah Sakit setelah mendapatkan perawatan usai kecelakaan beberapa minggu lalu.
Direktur RSUD Bali Mandara dr I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya menjelaskan Pino Bahari sudah pulang sejak tanggal 19 April 2026.
"Sudah pulang tanggal 19 April 2026, beliau dirawat hanya kurang lebih 6 hari sejak tanggal 13-19 April setelah itu pulang, operasi juga sudah pembiayaan juga sudah ditanggung Jasa Raharja dan BPJS. Artinya kalau ini sih tidak ada kendala beliau sudah selesai," jelasnya pada, Senin 27 April 2026.
Baca juga: Ni Luh Novi Kaget Baca Tulisan "Ada Orang Meninggal" di Pintu Kamar Villa, Jenazah Dalam Kondisi Ini
Lebih lanjutnya ia mengatakan bahkan Pino sudah kontrol ke poliklinik di RSUD Bali Mandara usai mendapatkan penanganan.
"Karena kecelakaan ada patah saya lupa patahnya dimana, sudah dilakukan tindakan karena sudah ada pihak penanggung pembiayaan segala macam, kita tidak terlalu detail. Tapi secara umum sudah aman tidak ada masalah kalau tidak salah, juga sudah kontrol ke poliklinik artinya sudah stabil sudah bisa aktivitas," bebernya.
Baca juga: KRONOLOGI Dugaan Kisah Terlarang Anak Agung RM dan Nyoman di Gianyar, Berakhir Meninggal Tak Wajar
Sebelumnya, terdapat unggahan dari akun Facebook dengan user name Julius Khang, tertulis : 25 April 2026 Pino Bahari Kecelakaan MENPORA ERICK THOHIR CUEK BEBEK.
Petinju kelas menengah, peraih medali emas Asian Games Beijing 1990, Pino Bahari mengalami kecelakaan. Petinju yang lolos pada Olimpiade Barcelona 1992 dan Athena 1996 ini mengalami kecelakaan, saat mengendarai motor di Denpasar, Bali, Senin 13 April 2026.
Akibat kecelakaan tersebut, Pino mengalami patah engkel kaki kiri dan patah tulang rusuk kiri bagian belakang 4 ruas. Ternyata, nasib atlet Indonesia memang miris. Indonesia Peduli Olahraga (IPO) mendapatkan informasi, bahwa Pino yang merupakan putra pelatih tinju legendaris Indonesia, Daniel Bahari itu kerjanya serabutan. Menjadi driver ojek online dan juga jadi panitia tinju lokal, dimana penghasilan ala kadarnya.
Makanya, Pino tidak mampu membayar biaya operasinya yang menembus Rp200 juta, karena memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya saja ngos-ngosan. Kini, dia yang terkapar di rumah sakit terus kesakitan, dan masih membutuhkan biaya untuk biaya dokter dan obat-obatan.
Lhok, kok bisa gitu ya!? Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dipimpin Erick Thohir, dan Wamenpora, Taufik Hidayat, yang juga sebagai Olympian tidak ada simpatinya.
| Bayang-bayang Krisis Timur Tengah Tak Goyahkan Harga Pangan Di Bali, Satgas Pastikan Stok Aman |
|
|---|
| HUT Ke-9 AMSI Bali Kumpulkan 33 Kantong Darah |
|
|---|
| Pengurus Kadin Bali Dilantik Hari ini, Anindya Bakrie Siap Jembatani Bali Dengan Pusat |
|
|---|
| Bangun Gerakan Kolektif Penanggulangan Narkotika, BNN Kota Denpasar Bali Akan Gelar Fun Run |
|
|---|
| Diskusi Lintas Sektor Bahas Kesejahteraan Ayam di Bali, Astuti: Tren Global Menunjukkan Pergeseran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pino-Bahari-saat-dirawat-intensif-pasca-kecelakaan.jpg)