Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Diduga Akan Berangkat Haji Non Prosedural, Imigrasi Ngurah Rai Tunda Keberangkatan 13 WNI

Diduga Akan Berangkat Haji Non Prosedural, Imigrasi Ngurah Rai Tunda Keberangkatan 13 WNI

Tayang:
Tidak Ada/istimewa
13 WNI yang diduga akan melaksanakan ibadah haji non prosedural.(Istimewa/Humas Imigrasi Ngurah Rai) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kantor Imigrasi Ngurah Rai melakukan penundaan keberangkatan kepada 13 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga akan berangkat haji secara non prosedural di Terminal Keberangkatan Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, pada Jumat (22/5/2026) kemarin.

Penundaan dilakukan setelah petugas Imigrasi menemukan sejumlah kejanggalan saat pemeriksaan keimigrasian terhadap rombongan penumpang yang hendak bertolak menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa jajaran Imigrasi akan terus memperketat pengawasan terhadap potensi keberangkatan non prosedural, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Baca juga: Atasi Kemacetan Sanur, Dishub Bali Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Mulai 2 Juni 2026

“Imigrasi Ngurah Rai berkomitmen menjalankan pengawasan keimigrasian secara profesional dan humanis untuk mencegah keberangkatan non prosedural yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Bugie, Sabtu 23 Mei 2026. 

Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan jalur dan prosedur resmi dalam pelaksanaan ibadah haji demi terjaminnya keamanan dan perlindungan hukum.

Baca juga: Takut Simpan Emas di Rumah? Konsinyasi Galeri 24 Jadi Solusi Titip Aman Sekaligus Tambah Cuan

Awalnya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang WNI. 

Dalam pemeriksaan reguler, petugas mendapati ketidakjelasan terkait tujuan keberangkatan rombongan tersebut. 

Para penumpang juga tidak dapat menunjukkan visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan mereka.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui terdapat 6 orang lain dalam rombongan yang telah melintas melalui mesin autogate. 

Petugas kemudian melakukan pemanggilan terhadap keenam orang tersebut sehingga total rombongan yang menjalani pemeriksaan lanjutan berjumlah 13 orang.

Pada pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan adanya perbedaan keterangan dari masing-masing anggota rombongan terkait maksud dan tujuan keberangkatan mereka. 

Kecurigaan semakin menguat ketika salah satu penumpang yang sedang menunjukkan tiket kepulangan rombongan ke Indonesia pada telepon selulernya dan muncul notifikasi percakapan dari grup WhatsApp bernama “Hebat Haji 2026”.

Dari pendalaman terhadap percakapan grup tersebut, ditemukan indikasi adanya rencana keberangkatan rombongan menuju Dubai dalam rangka pelaksanaan ibadah haji yang diduga tidak melalui prosedur resmi. 

Selain itu, ditemukan pula percakapan yang meminta agar pihak keluarga tidak mengantar rombongan ke bandara guna menyamarkan tujuan keberangkatan sebenarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, petugas mengambil tindakan penundaan keberangkatan terhadap seluruh anggota rombongan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved