Tribun Bali Award
CEO Tribun Network Dahlan Dahi Puji Langkah Bali Lindungi Karya Seni Komunal: Luar Biasa
Dahlan memuji langkah agresif Bali dalam memelopori transisi energi hijau di sektor transportasi, yang kini menjadi percontohan nasional
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memproteksi kekayaan intelektual komunal di tengah masifnya gempuran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Menurutnya, langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam membentengi karya seni dan kebudayaan lokal merupakan sebuah terobosan krusial yang patut dicontoh.
Hal tersebut ditegaskannya secara langsung saat memberikan sambutan dalam perhelatan akbar Tribun Bali Award 2026 yang berlangsung di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Denpasar, Bali, pada Jumat 29 Mei 2026.
Di hadapan para kepala daerah dan tokoh publik, Dahlan Dahi secara lugas menyoroti bagaimana mesin-mesin AI saat ini bekerja dengan mengikis hak-hak kreativitas manusia di tengah tantangan digitalisasi global.
Baca juga: Karangasem Raih Penghargaan Tribun Bali Awards Atas Upaya Percepatan Penanganan Air Bersih
"Satu hal yang paling penting dalam digital itu adalah seperti ditunjukkan oleh Pak Gub (Wayan Koster,-Red), bagaimana melindungi kekayaan intelektual komunal. Itu melindungi nilai seni Bali," ujar Dahlan Dahi
Ia menambahkan bahwa hantaman teknologi kecerdasan buatan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, mengingat sistem kerjanya yang menyerap sumber daya secara masif tanpa memandang batasan hak cipta tradisional.
"Artificial intelligence itu tentang mesin, dan bahan bakunya dari karya siapapun. Karena itu, usaha Bali untuk melindungi karya seni, saya rasa itu hal yang luar biasa sekali," ujarnya.
Lebih lanjut, Dahlan menguraikan bagaimana digitalisasi di Pulau Dewata telah bertransformasi ke arah yang lebih produktif dan berdampak langsung pada pelayanan publik maupun tata kelola birokrasi.
Ia mencontohkan integrasi sistem perpajakan daerah yang kini jauh lebih modern.
"Kita melihat bagaimana perpajakan yang terintergrasi, membuat sistem pelayanan administrasi menjadi lebih baik," jelas Dahlan.
Bagi pria yang menakhodai jaringan media terbesar di Indonesia ini, Bali telah berhasil merumuskan jawaban konkret atas keresahan global mengenai modernisasi.
Alih-alih tergerus zaman, Bali justru dinilai mampu mengonversi keunikan budayanya menjadi sebuah motor penggerak ekonomi yang mandiri melalui penguatan sektor domestik dan pelaku usaha lokal.
"Kita juga melihat ada jawaban Bali terhadap bagaimana identitas lokal Bali, kekayaan Bali, budaya Bali, bisa menjadi kekuatan ekonomi," kata dia.
"Nah, ini juga saya rasa menjadi tema besar dari sini, bagaimana tentang UMKM, bagaimana tentang mendorong usaha kecil," paparnya.
Tidak hanya unggul dalam pelestarian budaya, komitmen Bali terhadap isu-isu lingkungan hidup skala global juga tak luput dari perhatiannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/CEO-Tribun-Network-Dahlan-Dahi-Puji-Langkah-Bali-Lindungi-Karya-Seni-Komunal-Luar-Biasa.jpg)