Ledakan Bom di Kampung Melayu
Inilah Akun Yang Kali Pertama Mengabarkan Ledakan Bom Kampung Melayu, Hanya Selang 3 Menit
Malam terus merayap hingga mendekati pukul 21.00. Flyover Kampung Melayu masih macet. Di Google Maps, lalu lintas di daerah itu tampak "merah".
Hingga kini, Twitter sebagai platform atau pelantar media sosial, masih didgaya untuk dijadikan peringatan dini atau alert atas peristiwa yang sedang terjadi.
Namun, media sosial seperti Twitter juga masih rentan dieksploitasi untuk menyampaikan tuduhan yang terlalu dini.
Di tengah keprihatinan dan doa-doa dari netizen untuk keselamatan warga Jakarta, dengan adanya tagar #PrayforJakarta dan #IndonesiaTidakTakut, muncul pula tagar yang dimulai dengan asumsi yang menjurus pada tuduhan, bahkan sudah bersifat SARA.
Tagar #BomNaga9 pada Rabu malam sempat menggema bahkan melampaui #IndonesiaTidakTakut.
"Apakah benar bom di kampung Melayu #BomNaga9," kata @Anon_Cyber9 yang memulai percakapan menggunakan tagar tersebut pada pukul 22.24. Akun ini mulai bergabung dengan Twitter pada 18 Mei 2017 dengan jumlah pengikut 92.
Kemudian pada pukul 22.25, sahutan tagar yang sama datang dari #LawanPenista dengan akun @bukan_pemimpin9. "Penyandang dana dan sutradara tenang dibelakang layar #BomNaga9," katanya.
Akun @Anon_Cyber9 kembali berkicau. "Apa ini suatu kebetulan dan sudah di skenario akan ada bom dan kerusuhan sesuai prediksi sebelumnya #BomNaga9," katanya pada pukul 22.25.
Selanjutnya, terus menerus bersahutan, tagar tersebut menjadi ajang menyudutkan kelompok tertentu yang mereka tuduh sebagai pembuat skenario atau tuduhan lainnya.
Bahkan, residu konflik pilkada DKI Jakarta terus diungkit-ungkit hingga tagar #BomNaga9 tidak direkomendasikan untuk dibaca maupun ditelusuri.
Dibanding peristiwa bom-bom sebelumnya, komentar dari para petinggi di Indonesia melalui media sosial memang kali ini terasa lambat.
Presiden Joko Widodo yang biasanya rajin memutakhirkan informasi media sosialnya, kali ini tampak belum bersuara.
Twit terkait ini pertama kali dilakukan oleh akun Kementerian Perindustrian.
"Kami mengutuk aksi teror keji di Terminal Kampung Melayu, Jakarta dan turut berduka utk para korban. #IndonesiaTidakTakut #PrayForJakarta," kata akun Kemenperin.
Kemudian disusul Pramono Anung. Pramono Anung pagi itu memang terjaga dan sempat menonton pertandingan sepak bola. "Duka Cita yg mendalam atas kejadian Bom Kampung Melayu Jakarta yg membawa korban jiwa, mengutuk pelaku dan dalang pemboman #prayforjakarta," katanya. (*)
Berita ini sudah ditayangkan di Kompas.com dengan judul Mereka yang Pertama Mengabarkan Ledakan Bom Kampung Melayu via Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/twitter_20170525_134134.jpg)