Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Operasi Kilat Badik, Empat Buah Pesawat Super Tucano Diterbangkan

Operasi kilat badik dipimpin langsung oleh Letkol Pnb Taufik Andriadi sebagai Komandan Skadron 21 Wing 2 Lanud Abdulrahman Saleh Malang

NET
Pesawat Super Tucano 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Widyartha Suryawan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Empat buah pesawat jenis EMB-314 (super tucano) diterbangkan dari Pangkalan Udara Militer (Lanud) Ngurah Rai sebagai salah satu pangkalan Operasi kilat badik untuk memantau perairan Selat Lombok, Rabu (24/5/2017).

Pesawat yang digunakan dalam operasi ini merupakan buatan Brazil yang pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2012.

Operasi kilat badik dipimpin langsung oleh Letkol Pnb Taufik Andriadi sebagai Komandan Skadron 21 Wing 2 Lanud Abdulrahman Saleh Malang.

Menurut Letkol Pnb Taufik Andriadi, operasi kilat badik dilakukan untuk menjaga keamanan di Selat Lombok sebagai wilayah II Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Dikutip dari laman resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ALKI sendiri terbagi menjadi ALKI I, ALKI II, dan ALKI III yang masing-masingnya meliputi wilayah perairan yang berbeda-beda.

“Operasi ini untuk meyakinkan bahwa perairan Selat Lombok sebagai bagian dari ALKI II aman untuk dilalui, dan terhindar dari illegal traficking, illegal smugling, sea piracy, dan lainnya,” ujar  Letkol Pnb Taufik Andriadi  sebelum melakukan penerbangan.

Operasi kilat badik 2017 berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 22-26 Mei 2017.

Dalam penerbangan itu, tim operasi kilat badik juga membawa alat sensor untuk mendeteksi aktivitas di ALKI II atau sepanjang perairan Selat Lombok.

Hal itu guna mengatisipasi kecurigaan terhadap kapal-kapal yang melintas abnormal.

“Kapal besar yang didekati oleh kapal-kapal kecil, misalnya patut dicurigai. Kemudian, jika terjadi  asap di kapal yang melintas tidak normal, selanjutnya akan dilaporkan ke komando atas,” imbuh Letkol Pnb Taufik Andriadi.

Total personel yang diberangkatkan berjumlah 40 orang yang terdiri dari 8 orang penerbang, 3 patek, dan 29 orang ground crew.

Komandan Pangkalan Angkatan Udara Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman dalam operasi tersebut juga turut serta dalam penerbangan.

Ia juga menjelaskan kehadiran Skadron 21 Wing 2 Lanud Abdulrahman Saleh dalam operasi tersebut untuk memastikan keamanan di wilayah udara, khususnya ALKI II.

“Ya ini bisa disebut penerbangan reuni. Ini termasuk kesempatan langka untuk ikut terbang, dan skadron juga sudah mengizinkan,” ujar Kolonel Pnb Wayan Superman.

Sebelumnya, Lanud Ngurah Rai mengundang awak media untuk coffee morning sebagai bentuk silaturahmi.

Kolonel Pnb Wayan Superman berharap akan terbangun nilai strategis antara Lanud Ngurah Rai dengan media, terutama dalam segala hal menyangkut fungsi dan tugas Lanud Ngurah Rai.

“Tujuannya mengikat silaturahmi dan tatap muka langsung dengan awak media,” imbuh Kolonel Pnb Wayan Superman. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved