Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Bali Jadi Poros Perlawanan Narkotika Global, Indonesia Tekankan Kemanusiaan

Di tengah gempuran tren narkotika sintetis, Indonesia tetap konsisten mengusung filosofi "War on Drugs for Humanity". 

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto dan Secretary General The Colombo Plan, Dr. Benjamin P. Reyes. Bali Jadi Poros Perlawanan Narkotika Global, Indonesia Tekankan Kemanusiaan di Tengah Jalur Digital 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebanyak 50 delegasi dari kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia-Pasifik, hingga Arab Saudi berkumpul di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, pada Selasa 28 April 2026. 

Pertemuan internasional bertajuk The Colombo Plan Drug Advisory Program (CPDAP) National Secretariat Meeting ini menjadi momentum bagi negara-negara anggota untuk menyusun ulang strategi menghadapi ancaman narkotika yang kini berevolusi menggunakan jalur-jalur non-konvensional.

Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi dunia saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Ia menyoroti pergeseran tren, di mana sindikat internasional kini mulai memanfaatkan kemajuan teknologi dan skala industri. 

Baca juga: Jaringan Pengedar Narkoba Denpasar-Karangasem Diringkus, Bermula dari Kecurigaan Ojol

Menurutnya, persoalan narkotika saat ini tidak bisa lagi diselesaikan oleh satu negara secara mandiri, melainkan harus melalui respons kolektif yang berkelanjutan.

"Kami melihat tantangan narkotika semakin kompleks, mulai dari penyebaran narkotika sintetis dalam skala industri, pemanfaatan jalur maritim, hingga penggunaan platform digital untuk aktivitas ilegal," kata Suyudi Ario Seto saat jumpa pers. 

"Ini adalah ancaman serius yang tentunya membutuhkan respons kolektif," tegasnya. 

Acara tersebut mengusung tema “Enhancing Regional Cooperation for Effective and Inclusive Drug Use Response”.

Di tengah gempuran tren narkotika sintetis, Indonesia tetap konsisten mengusung filosofi "War on Drugs for Humanity". 

Pendekatan ini mengedepankan keseimbangan antara penindakan tegas terhadap jaringan gelap (supply reduction) dan perlindungan terhadap korban penyalahgunaan (demand reduction) melalui rehabilitasi yang humanis. 

Suyudi menjelaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menghancurkan jaringan kejahatan terorganisir melalui penguatan intelijen dan pengawasan perbatasan, namun tetap memberikan hak asasi manusia yang layak bagi para korban.

Salah satu fokus utama BNN yang dipaparkan dalam forum ini adalah program "Ananda Bersinar", sebuah inisiatif yang dirancang khusus untuk melindungi generasi muda. 

Program ini mengintegrasikan edukasi anti-narkoba langsung ke dalam kurikulum pendidikan, memperkuat peran ketahanan keluarga, hingga melibatkan remaja sebagai pendidik sebaya (peer education). 

Upaya ini juga diperluas melalui kampanye digital dan pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Bersih Narkotika (Bersinar) guna memastikan pencegahan dimulai dari akar rumput.

Kondisi darurat di kawasan juga diamini oleh Secretary General The Colombo Plan, Dr. Benjamin P. Reyes. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved