Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Paradise

Napak Tilas Perjalanan Presiden Pertama Kita di Perpustakaan Agung dan Museum Agung Bung Karno

Di sekeliling gedung juga terdapat prasasti yang bertuliskan kutipan naskah pidato serta kata-kata bernuansa patriotik yang pernah dikumandangkan Bung

Tayang:
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Perpustakaan Agung dan Museum Agung Bung Karno 

Sementara lantai lima masih dalam tahap pembangunan.

Namun demikian empat lantai ini nampaknya sudah sangat banyak menyimpan kisah sejarah.

Lantai pertama adalah ruang perpustakaan agung. Perustakaan ini berisi 1.450.000 judul buku tentang Bung Karno.

Menurut Gus Marhaen, pendiri Perpustakaan Agung dan Museum Agung Bung Karno, buku-buku tersebut terdiri dari dua materi, yaitu naskah-naskah lama serta buku yang telah diperbanyak Yayasan Kepustakaan Bung Karno.

“Buku-buku tersebut secara khusus berbicara tentang Bung Karno, baik dari sisi beliau sebagai anak bangsa, maupun sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama,” ujar Gus Marhaen.

Beberapa buku juga berisi naskah pidato penting yang pernah disampaikan Soekarno. Naskah tersebut termasuk “Proklamasi” yang dikumandangkan Ir Soekarno sebelum dilantik menjadi presiden, juga “JASMERAH (Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah)” yang dikumandangkan pada 1966. Soekarno juga rupanya banyak memiliki tulisan-tulisan tentang apa yang terjadi di masanya, sebab ia juga pernah berkarir sebagai jurnalis.

Sementara lantai dua berisi benda-benda yang berhubungan dengan kehidupan Soekarno.

()

Di ruangan ini, pengunjung diajak untuk mengenal bagaimana akhirnya Soekarno berhasil menjadi pemimpin bangsa, meskipun bukan berasal dari keluarga kaya raya.

Ir Soekarno merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai. Museum Agung Bung Karno ini menyimpan sebuah alat tenun yang menjadi saksi sejarah kisah cinta orangtua Soekarno tersebut.

Museum Agung Bung Karno juga menyimpan alat batu yang biasa dipakai untuk menumbuk padi.

Menurut keterangan Gus Marhaen, Soekarno pada masa kecil sering membantu orangtuanya untuk bekerja.

Batu penumbuk padi tersebut adalah alat yang dipakai Soekarno kecil untuk membantu keluarganya.

“Di museum lantai dua, pengunjung juga bisa melihat bagaimana perjalanan Soekarno mendapat didikan dari tokoh bangsa semisal HOS Tjokroaminoto,” tuturnya.

Foto hingga Tempat Tidur

Lantai ketiga memajang dokumentasi berupa foto asli dan repro.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved