Maulana Kirim BBM Pamitan Terakhir Sebelum Helikopter Jatuh
Maulana Affandi (26), putra Nurkhamidah, menjadi satu di antara korban kecelakaan helikopter Basarnas di Temanggung, Jateng, Minggu.
TRIBUN-BALI.COM - Raungan Nurkhamidah menggema di rumah duka Dusun Sapen Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (3/7/2017), pukul 11.00 WIB.
Maulana Affandi (26), putra Nurkhamidah, menjadi satu di antara korban kecelakaan helikopter Basarnas di Temanggung, Jateng, Minggu.
Adik kandung almarhum, Muh Hafid Nevoso, menuturkan Affandi terakhir kali pamit melalui pesan pendek.
"Otw (menuju) Dieng. Pantauan udara. Begitu bunyi pesannya di BBM (Blackberry Messenger). Dia juga mengunggah foto suasana di dalam helikopter," terang Hafid.
Ayah almarhum, Kusmiyoto (56), mengaku terakhir kali bertemu Affandi saat Lebaran kedua, Senin (26/6/2017).
"Tak ada firasat apa‑apa. Dia belum sempat pamit saat bertugas ke Dieng," ujarnya.
Affandi meninggalkan seorang istri dan bayi berusia enam bulan, Dresta Yuna Biakta Affandi.
Jenazah Maulana Effendi disemayamkan di rumah mertuanya sebelum dimakamkan.
Sambil terus beristighfar, Nurkhamidah mengaku tidak menyangka putranya meninggal dunia begitu cepat. Histeria juga melanda istri korban, Linaena Panuntun.
Berulang kali Lina tak sadarkan diri. Maulana Affandi merupakan anggota search and rescue (SAR) yang ikut dalam helikopter Eurocopter AS365 Dauphin ketika jatuh di Desa Canggal, Candiroto, Kabupaten Temanggung. Saat itu helikopter Badan SAR Nasional (Basarnas) tersebut hendak membantu proses evakuasi korban letusan kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.
"Ia merupakan seorang rescuer (penyelamat), namun belakangan ia meminta bergabung ke humas. Ketika kecelakaan terjadi, ia memang sedang ditugaskan sejak H+1 Lebaran," beber Heri Sunandar, rekan kerja Affandi di Basarnas Jawa Tengah.
Kontak terakhir Heri dengan Affandi berlangsung pada Kamis (28/6/2017) lalu.
Kala itu, Heri yang sedang dalam perjalanan dari Pekalongan ke Semarang, menanyakan kondisi di pintu keluar tol Gringsing.
"Dia (Maulana Affandi) bilang banyak tumpukan kendaraan sehingga lalin tersendat. Almarhum dekat dengan wartawan dan dalam pekerjaan ia menjalaninya sepenuh hati," ungkap Heri.
Tim solid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/keluarga-memeluk-foto_20170704_100151.jpg)