Maraknya Pencemaran Lingkungan, DLH Gianyar Temukan Bakteri Ecoli di Air Beji

Kepala DLH Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, Selasa (4/7) mengatakan, saat ini pencemaran lingkungan terjadi di sebagian besar desa di Gianyar

Maraknya Pencemaran Lingkungan, DLH Gianyar Temukan Bakteri Ecoli di Air Beji
istimewa
AMBIL SAMPEL - Kepala UPTD Laboratorium DLH Gianyar, Putu Diah Mantiasi mengambil sempel air untuk diaji kualitasnya, Selasa (4/7). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar mulai melakukan kajian terhadap baku mutu air di Gianyar.

Sasaran lebih difokuskan pada mata air yang selama ini dipergunakan masyarakat untuk keperluan ritual adat yaitu air beji. 

Kepala DLH Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, Selasa (4/7) mengatakan, saat ini pencemaran lingkungan terjadi di sebagian besar desa di Gianyar.

Bahkan tidak sedikit sungai yang masih digunakan warga, sebagai saluran pembuangan kotoran ternak, limbah garmen, dan tempat pembuangan.

Pencemaran lingkungan diduga juga dilakukan akomodasi wisata seperti hotel, vila dan restoran. Dengan penelitian kualitas air tersebut, pihaknya ingin memastikan air beji terbebas dari bakteri.

“Melihat pencemaran yang sulit dikontrol, kami menjadi waswas terhadap kualitas air. Khususnya air beji yang digunakan masyarakat sebagai tirta.

Sebab pernah ada penelitian, air beji di suatu desa di Gianyar, telah mengandung bakteri Ecoli,” ujar Kujustanpa menyebutkan nama desa tersebut.

Berdasarkan data DLH Gianyar, di wilayah Gianyar terdapat 120 air beji. Namun demikian, yang terdampak bakteri Ecoli atau bakteri yang dapat meracuni tubuh manusia secara bertahap baru teridentifikasi di satu desa saja.

Kepala UPTD Laboratorium DLH Gianyar, Putu Diah Mantiasi menambahkan, meskipun pencemaran sumber air masif terjadi.

Namun, untuk kepentingan mencuci dan mandi, kualitas sumber air di Gianyar masih dalam status baku mutu.

Namun untuk air minum, pihaknya mengimbau supaya air itu dimasak terlebih dahulu, meski air diambil dari beji.

Mekanisme penelitian kualitas air ini, kata dia, akan dilakukan pada satu per satu air beji di Kabupaten Gianyar.

“Saat ini penelitian sudah berlangsung. Tapi baru beberapa beji saja. Setiap beji akan kami teliti. Ini untuk memastikan kualitasnya baik demi kesehatan masyarakat,” tegasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved