BEJAT, Saking Seringnya Setubuhi Gadis Di Rumah Nenek Selama 3 Hari, Pria Ini Sampai Lupa Jumlahnya
Si cowok, Miftahul Huda, pemuda ini terang-terangan mengaku telah puluhan kali menyetubuhi pacarnya yang masih pelajar
TRIBUN-BALI.COM, LAMONGAN - Gaya pergaulan para remaja saat ini memang cukup mengkhawatirkan.
Sebab, terkadang gaya pergaulan yang mereka lakukan justru melanggar batas-batas kewajaran, dan norma di masyarakat.
Sehingga, hal itu kemudian justru berdampak negatif pada kehidupan mereka sendiri.
Oleh karena itu, peranan keluarga, khususnya orangtua sangat dibutuhkan.
Orangtua sebaiknya memang memberikan bimbingan kepada anak-anak mereka.
Komunikasi yang sangat intensif, tentunya dibutuhkan dalam hal ini.
Sehingga, anak-anak, khususnya yang telah menginjak remaja, bisa melangkah, dan menentukan apa yang seharusnya mereka lakukan.
Jika hal itu tidak dilakukan, maka para remaja itu bisa terjerumus pada hal-hal yang negatif.
Itu seperti yang baru-baru ini terjadi di Lamongan.
Contohnya, seperti yang ditunjukkan pasangan belia Miftahul Huda (20) dan WND (15) asal Kabupaten Lamongan ini.
Si cowok, Miftahul Huda, pemuda asal Desa Jatipayak, Kecamatan Modo, Lamongan ini terang-terangan mengaku telah puluhan kali menyetubuhi pacarnya yang masih pelajar tersebut.
Kurang ajarnya, hubungan intim layaknya suami-istri yang hampir tak terhitung itu dilakukan di rumah nenek pelaku di Desa Jatipayak, Kecamatan Modo.
"Dia itu (WND, red) kan pacar saya sendiri. Jadi puluhan kali hubungan badan itu saya lakukan atas dasar suka sama suka," ujar Mifthul Huda, kepada Surya, Selasa (4/7/2017).
Menurutnya, jika tidak dilakukan suka sama suka, tidak mungkin hubungan terlarang dan tercela itu dilakukan hingga berulang kali.
"Saya sendiri sampai lupa jumlahnya, karena terlalu sering melakukannya," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/diperkosa_20170629_162243.jpg)