Dilanda Kemarau, Warga Daerah Ini Rela Jual Perhiasan Demi Dapat Air Bersih
Untuk membeli air, warga pun sudah mulai menjual beberapa barang termasuk perhiasan miliknya.
"Sambungan PDAM jarang keluar, mau ke mata air cukup jauh," katanya.
Dia berharap pemerintah cepat mengatasi masalah ini baik dalam jangka pendek dengan menyalurkan air maupun jangka panjang dengan memperbaiki saluran PDAM sehingga bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
"Kami berharap segera diatasi, tak hanya untuk penduduk sekitar kami, tetapi juga wilayah lainnya," ucap dia.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daaerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo menyampaikan, dari data yang masuk ke pihaknya, sudah ada permintaan penyaluran air bersih ke 7 kecamatan. Yakni, Panggang, Purwosari, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, dan Girisubo.
Ketujuh kecamatan itu meliputi 32 desa meliputi 254 padukuhan dengan jumlah kepela Keluarga 9.046, dan 45.230 jiwa.
"Total yang masuk sampai saat ini, di 32 desa," katanya.
Warga yang membutuhkan bantuan air bersih bisa melakukan koordinasi dengan desa, yang diteruskan ke kecamatan untuk segera ditindaklanjuti oleh BPBD. (*)
Penulis: Markus Yuwono
Berita ini sudah dipublikasikan di Kompas.com pada Selasa (11/7/2017) dengan judul: Kemarau, Warga Gunungkidul Menjual Perhiasan untuk Membeli Air
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kemarau_20170711_160154.jpg)