Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Buleleng Bareng BATAN Jajaki Bangun Fasilitas Nuklir untuk Pertanian

BATAN kemudian menawarkan teknologi berbasis nuklir yang bernama iradiator gamma kepada Pemkab Buleleng

Editor: Ady Sucipto
Kompas/Iwan Setiyawan
Faktor Keselamatan Diutamakan dalam Pembangunan Reaktor Nuklir M Zaid Wahyudi 26 Juni 2015 23:18 WIB Ikon jumlah hit 1611 dibaca Ikon komentar 0 komentar JAKARTA, KOMPAS — Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019, pemerintah menargetkan membangun reaktor daya eksperimental. Reaktor yang menghasilkan energi listrik sangat kecil, sebesar 10 megawatt, itu akan dibangun di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Peneliti memantau di atas kolam teras reaktor nuklir penelitian di fasilitas Reaktor Serba Guna GA Siwabessy yang dikelola Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di Kompleks Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019, pemerintah menargetkan membangun reaktor daya eksperimental yang mampu menghasilkan energi listrik sangat kecil sebesar 10 megawatt. Kompas/Iwan SetiyawanPeneliti memantau di atas kolam teras reaktor nuklir penelitian di fasilitas Reaktor Serba Guna GA Siwabessy yang dikelola Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di Kompleks Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019, pemerintah menargetkan membangun reaktor daya eksperimental yang mampu menghasilkan energi listrik sangat kecil sebesar 10 megawatt. 

Laporan Wartawan Tribun Bali,Ratu Ayu Astri Desiani

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Guna meningkatkan hasil sektor pertanian di Buleleng, Pemkab Buleleng menjalin kerjasama  dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan BATAN telah ditandatangani oleh Bupati Buleleng Agus Suradnyana dan Kepala BATAN Prof. Djarot Sulistio pada Jumat (11/8) malam.

Agus mengatakan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk dunia pertanian, salah-satunya untuk menciptakan benih-benih unggulan.

Ditemui usai penandatanganan MoU, Prof Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan bahwa dua bulan lalu Bupati Buleleng mengunjungi BATAN dan berdiskusi tentang bagaimana meningkatkan hasil komoditas pertanian di Buleleng, khususnya buah-buahan. Disinggung pula tentang bagaimana membasmi hama pada buah-buahan.

Dari pembicaraan itu, BATAN kemudian menawarkan teknologi berbasis nuklir yang bernama iradiator gamma kepada Pemkab Buleleng. Iradiator gamma ini sudah dimiliki BATAN di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong, Tangerang Selatan.

Dengan fasilitas iradiator gamma , hasil pertanian (misalnya buah-buahan atau sayuran) bisa disterilisasi dengan radiasi. Caranya, hasil pertanian yang akan diawetkan dimasukkan ke dalam iradiator dengan conveyor belt (ban berjalan). Kemudian barang tersebut dilewatkan sinar gamma dengan intensitas sesuai yang ditentukan.

Setelah itu, hasil pertanian tersebut keluar melalui conveyor belt. Jika sudah mengalami radiasi, buah-buahan atau sayuran menjadi awet atau tidak mudah membusuk tanpa harus menggunakan bahan kimia .

Pada prinsipnya, radiasi bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab kerusakan sebuah benda atau bahan makanan. Dengan demikian, nilai jual buah-buahan itu menjadi tinggi.

“Teknologi iradiator gamma tersebut bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh Buleleng. Bisa jadi fasilitas teknologi tersebut dibangun di Buleleng. Teknologi ini bagus untuk meningkatkan ekspor buah-buahan,” jelas Djarot.

Mengenai kerjasama di sector pertanian dengan Buleleng, Djarot mengatakan bahwa BATAN memiliki banyak varietas unggul yang produktivitasnya tinggi sekaligus juga enak rasanya, sehingga bisa dimanfaatkan Buleleng.

“Nanti kita akan bantu Kabupaten Buleleng dalam mengembangkan pertanian melalui fasilitas dengan teknologi nuklir ini,” ujar Djarot.

Sementara itu, Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan rencana kerjasama ini sudah dirancang sejak lama dengan BATAN.

Agus mengaku sudah melihat langsung bagaimana teknologi nuklir bisa dimanfaatkan untuk kesehatan, dan pertanian seperti pengolahan pasca-panen dan pembuatan benih-benih unggul.

Berdasarkan penelusuran informasi, selain yang dimiliki oleh BATAN, sejauh ini hanya ada satu iradiator gamma di Indonesia, yakni yang dimiliki sebuah perusahaan swasta di Bekasi dan dioperasikan secara komersial atau melayani jasa iradiasi.

Fasilitas iradiator gamma yang dibangun BATAN di Puspitek di Serpong dibuat dengan memperhatikan sangat ketat faktor keamanan. Tembok dinding untuk proses iradiasi saja setebal 2 meter, dan tebal atapnya 1,8 meter. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved