Dharma Wacana
Umat Hindu Bebas Tentukan Proses Pemujaan
Hal ini juga menyebabkan tidak sedikit wisatawan asing, khususnya dari Eropa, yang melakukan konversi atau memeluk agama Hindu ala Bali.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menurut sejumlah wisatawan, Pulau Bali tidak hanya bagus dari sisi adat dan budaya, tetapi juga agamanya.
Hal ini juga menyebabkan tidak sedikit wisatawan asing, khususnya dari Eropa, yang melakukan konversi atau memeluk agama Hindu ala Bali.
Menjadi pertanyaan, apakah mereka wajib melakukan prosesi keberagamaan seperti dilakukan umat Hindu di Bali, seperti membuat sanggah kemulan atau sebagainya?
Sesungguhnya, Hindu di mana pun hakikat atau sradha-nya sama.
Sumber pengetahuannya sama-sama berasal dari Weda.
Hanya yang membedakannya adalah cara menuju sradha itu.
Perbedaan ini disebabkan oleh cara hidup yang berbeda-beda.
Seperti kita di Bali, basis agama kita adalah pertanian.
Jadi ketika sradha dikolaborasikan dengan adat pertanian, itu menimbulkan cara beragama yang berbeda dengan umat Hindu di negara-negara lain yang tidak berbasis pertanian.
Dalam melakukan pemujaan terhadap Tuhan, umat Hindu diberikan kebebasan untuk dapat mewujudkan bentuk sradha.
Secara umum, bentuk bhakti umat Hindu dapat dilakukan dengan menggunakan, mantra (doa), yantra (simbol), tantra (spirit dalam diri), yadnya (pengabdian tulus ikhlas) dan yoga (pengendalian diri).
Karena kita di Bali hidup dari pertanian, maka cara beragama kita lebih mengacu pada yantra dan yadnya.
Salah satu simbol yang memang begitu mewujud di Bali adalah sanggah pemerajan untuk pemujaan leluhur.
Karena salah satu kolaborasi agama tantris adalah pemujaan leluhur dan pemujaan dewata.
Ketika Mpu Kuturan datang ke Bali, beliau kemudian membunyikan aksara menjadi yantra.
Aksara dewa ‘Ang, Ung, dan Mang’ dimanifestasikan menjadi Pura Kahyangan Tiga, yang dibuat oleh desa pakraman.
Dan, menjadi Sanggah Kemulan di setiap pekarangan rumah umat yang memeluk agama Hindu.
Hal tersebut tidak lebih dari sebuah visualisasi dari nilai-nilai tatwa dengan ideologi atau jnana yang ada di dalam ajaran agama Hindu.