Akses Jalan Desa di Buleleng Ini Nyaris Putus, Siswa Ketakutan Menyeberang
jalan penghubung Dsun Bingin Banjah-Labuhan Aji di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali yang biasanya mereka lintasi untuk menuju
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Siswa SMPN 3 Banjar, hanya bisa mengelus dada. Pasalnya, jalan penghubung Dusun Bingin Banjah-Labuhan Aji di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali yang biasanya mereka lintasi untuk menuju ke sekolah tak bisa dilalui karena jebol.
Padahal, jalan tersebut baru saja diperbaiki sekitar dua bulan yang lalu oleh pemerintah desa setempat.
Kini para siswa merasa ketakutan. Sebab jalan tersebut menganga hingga seluas tiga meter, dengan kedalaman mencapai satu meter.
"Memberanikan diri saja buat melintas. Soalnya kalau melewati jalan lain, harus memutar jauh, bisa terlambat," keluh salah seorang siswa SMPN 3 Banjar, Gede Yana saat melintasi jalan itu, Senin (14/8).
Menurut informasi warga sekitar, jalan itu jebol sejak 9 Agustus 2017 malam.
Saat jebol, tak ada yang melintas. Diduga, jalan tersebut jebol karena pemborong untuk memperbaiki jalan tersebut tidak mengerjakannya secara benar.
Senderan yang ada di sisi selatan bawah jembatan tidak diuruk. Sehingga, membuat jalan yang ada disebelah jembatan itu amblas.
Akibatnya, puluhan pelajar SMPN 3 Banjar dari Dusun Bingin Banjah pun merasa ketakutan untuk melintasi jalan tersebut.
Sementara itu, Perbekel Desa Temukus, Made Karuna mengatakan, terkait dengan amblasnya jalan tersebut, pihaknya secara swadaya bersama warga Desa Temukus akan melalukan perbaikan, agar para siswa SMPN 3 Banjar bisa melewati jalan itu.
Dia pun khawatur bila rusaknya jalan tersebut dapat menghambat akses perekonomian warga di desa.
"Padahal baru dua bulan jalan itu di beton. Tebalnya pun sekitat 10 centian. Mungkin senderannya jebol karena waktu pengerjaannya tidak diurug, makanya begini," keluh Karuna.
Kasihan Anak-anak
Untuk melakukan perbaikan pihaknya tidak menunggu datangnya bantuan dari pemerintah.
Perbekel Desa Temukus, Made Karuna mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan dana secara swadaya, dan akan segera melakukan perbaikan.
"Nunggu PUPR pasti lama, harus menunggu di perubahan. Kasihan anak-anak lama tidak bisa lewat. Kalau dana secara swadaya cepat terkumpul, kami akan segera melakukan penanganan," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jalan-jebol_20170815_115854.jpg)