Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wajah, Tangan, dan Punggung Bidan Ini Ditebas, Dalam Kondisi Bersimbah Darah Lakukan Ini

Hasil olah TKP, polisi menemukan sebilah pisau, tas milik korban, dan pakaian

SERAMBI/M NAZAR
Rabu, 30 Agustus 2017 10:43JENAZAH Nursiah Ibrahim (43) dibawa pulang dengan ambulans setelah divisum di Rumah Sakit Abdullah Syafi'i Beureunuen, Pidie, Selasa (29/8). 

TRIBUN-BALI.COM, ACEH -  Nursiah binti Ibrahim (43), bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cot Bada, Bireuen ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mertuanya, Rusli (55) di Gampong Beulangong Basah, Kemukiman Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa (29/8) sekitar pukul 15.30 WIB.

Nursiah diduga dieksekusi oleh suaminya, Hamdani (35).

Namun bagaimana awal kejadian yang sangat memilukan itu belum diketahui, karena warga sekitar lebih memilih tutup mulut termasuk ketika polisi ke TKP.

Sedangkan Hamdani, menghilang setelah kejadian itu.

Jasad Nursiah divisum di Rumah Sakit Abdullah Syafi’i Beureunuen dan dikebumikan di Meureudu, Pidie Jaya.

Nursiah tercatat lahir di Meureudu dan telah lama menetap di Gampong Cot Krang, Kecamatan Peusangan, Bireuen bersama suami pertamanya yang sudah meninggal dunia.

Dari suami pertamanya, Nursiah dianugerahi tiga anak, yaitu Iga Dara Fonna (16), Irhas (12), dan Birul Walidaini (7).

Sedangkan kehidupan rumah tangganya dengan Hamdani baru berjalan sekitar delapan bulan hingga peristiwa mengenaskan itu terjadi.

Bagi Hamdani sendiri, Nursiah merupakan istri kedua.

Menurut cerita Iga Dara Fonna, Selasa (29/8) pagi, ayah tiri bersama ibunya berangkat dari Gampong Cot Krang, Peusangan, Bireuen ke Beulangong Basah, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, Iga Dara Fonna bersama kedua adiknya dijemput oleh Rusli (mertua ibunya/ayah dari Hamdani) menggunakan mobil Avanza untuk pulang juga ke Pidie.

“Menurut mamak, kami akan berlebaran sama-sama di Pidie,” ujar Iga dengan mata berkaca-kaca.

Kata Iga, dirinya mengetahui ibunya meninggal ketika masih dalam perjalanan dari Bireuen ke Pidie.

Kabar itu diterima Rusli dari pihak keluarga di Gampong Beulangong Basah sambil meminta Iga dan kedua adiknya bersabar.

“Saya sangat sedih mendengar kabar bahwa mamak kami meninggal secara tragis akibat pembunuhan,” kata Iga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved