Ditinggal Ngopin Upacara Ngaben, Rumah Nyoman Sartika Terbakar Kerugian Capai Puluhan Juta
Peristiwa itu terjadi setelah pemilik rumah I Nyoman Sartika (52) pergi untuk ngopin di rumah tetangganya yang memiliki upacara ngaben.
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Sebuah rumah di Banjar Wangaya Kelod, Desa Wangaya Kecamatan Penebel terbakar sekitar pukul 09.00 wita pada Selasa (5/9/2017).
Peristiwa itu terjadi setelah pemilik rumah I Nyoman Sartika (52) pergi untuk ngopin di rumah tetangganya yang memiliki upacara ngaben.
Informasi yang dihimpun, sebelumnya pemilik rumah sekitar pukul 07.00 Wita sempat sembahyang dengan mempersembahkan canang di plangkiran dalam kamar.
Diduga sumber api berasal dari sisa dupa hingga menghanguskan sebuah kamar beserta isinya.
“Dugaan sementara api berasal dari dupa yang digunakan sebagai sarana sembahyang,” kata Danramil Penebel, Kapten Infanteri Yudha Wicaksana.
Kepulan asap pertama kali dilihat oleh tetangga korban, I Ketut Suwetha (67), kemudian memanggil pemilik rumah dan bersama warga memadamkan api. Hal tersebut tidak dilaporkan ke Pemadam Kebarakan Tabanan. Api dipadamkan sekitar pukul 12.30 wita.
“Karena warga dengan sigap memadamkan api sehingga cuman satu kamar yang terbakar habis, tidak sampai ke kamar lain,” ujar Kapten Yudha.
Akibat kejadian itu, sebuah kamar terbakar hangus beserta isinya seperti, dua buah tempat tidur, dua buah almari serta pakaian, sertifikat tanah dan beras 25 kilogram. Diperkirakan kerugian sekitar Rp 30 juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kebakaran_20170803_114221.jpg)