Respon Peningkatan Status Gunung Agung, AP I Gelar Rapat Diskusikan Jika Bandara Harus Ditutup
Pihak Angkasa Pura (AP) I I Gusti Ngurah Rai Rabu (20/9) pagi menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait peningkatan status Gunung Agung
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pihak Angkasa Pura (AP) I I Gusti Ngurah Rai Rabu (20/9/2017) pagi menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait peningkatan status Gunung Agung menjadi siaga.
“Tadi kami adakan rapat bersama komunitas Bandara, baik dari AP I, airline, AirNav Cabang di Denpasar, TNI AU, Otoritas Bandara dan Imigrasi. Intinya membahas kesiapan jika terjadi peningkatan status Gunung Agung dan mengakibatkan Bandara close,” jelas Communication & Legal Section Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim.
Arie menambahkan kesimpulan rapat tersebut adalah seluruh pihak sudah siap jika terjadi bencana meletusnya Gunung Agung.
Pihak AP I akan menyiapkan posko bencana di Bandara yang akan menggunakan posko terpadu di terminal keberangkatan domestik.
Selain itu disiapkan help desk untuk menghandel penumpang untuk mengakses terkait airline itu sendiri.
“Help desk akan menginformasikan kepada penumpang Jika cancel-cancel, jika delay-delay,” tambahnya.
Selain itu juga pihaknya menyiapkan planning jika penumpang ingin beralih menggunakan jalur darat.
Disiapkan bus dan mobil untuk mengantarkan penumpang ke terminal ubung.
Planning tersebut akan diberlakukan saat arah angin mengarah ke Bandara membawa abu vulkanik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rakor-emergency-planning_20170920_175503.jpg)