Berita Banyuwangi
Di Banyuwangi, Yudi Latief Ajak Ajarkan Pancasila Lebih Menarik
Menurut Yudi, kemajuan teknologi saat ini menjadi penyebab utama masuknya beragam ideologi.
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latief, meminta agar pengajaran ideologi Pancasila dilakukan lebih atraktif, baik dari sisi konten maupun penyampaian.
Menurut Yudi, kemajuan teknologi saat ini menjadi penyebab utama masuknya beragam ideologi.
Meskipun secara teoritik ideologi tersebut tidak menarik, tapi justru lebih diterima karena penetrasinya lewat teknologi yang berkembang pesat dewasa ini.
“Saat ini, ideologi-ideologi yang ada di dunia, masuk ke pori-pori generasi muda tanpa saringan lagi. Jika dulu ada tokoh-tokoh, ada ulama yang memfilter, sekarang sudah tidak bisa,” terang Yudi, Sabtu (23/9/2017).
Untuk itu, UKP-PIP mengajak semua komponen menyiapkan pengajaran ideologi Pancasila lebih atraktif.
Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi.
“Dalam 20 tahun terakhir, nyaris pendidikan Pancasila diabaikan, sehingga kekosongan tersebut, diisi oleh ideologi-ideologi lain. Ini harus kita atasi, pengajarannya manfaatkan teknologi pula," jelasnya.
Yudi juga mengingatkan pada masyarakat, agar jangan terlalu takut dengan isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dengan menguatnya isu komunis dalam beberapa waktu terakhir, Yudi justru mengajak masyarakat untuk mengembangakan ideologi Pancasila.
“Dari pada terus-terusan defensif (menghadapi ancaman ideologi komunisme), lebih baik mengembangkan Pancasila ini agar lebih sakti,” ajaknya.
Yudi Latief juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah inovasi pelayanan publik pemkab Banyuwangi.
Menurut dia, pembangunan yang dilakukan kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini mengaplikasikan butir-butir dalam Pancasila.
“Pancasila harus dibumikan dalam tindakan, bukan sekadar wacana atau hafalan semata,” ujar Yudi.
Di Banyuwangi, lanjut Yudi, implementasi sila pertama terlihat dari kondisi kerukunan umat beragama yang cukup harmonis dan relatif terjaga.
Sedangkan penerapan sila ke lima, semua pembangunannya mengarah pada peningkatan kesejahteraan warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/yudi_20170923_165210.jpg)