Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Untuk Menuju Puncak Gunung Agung, Pendaki Harus Lewati Dua Tempat Sakral Umat Hindu

Gunung Agung dikenal sebagai obyek wisata pendakian di Bali yang menawarkan beragam panorama yang bisa dinikmati.

Tayang:
Editor: imam rosidin
Tribun Bali/Rizal Fanany
Warga memanen hasil pertanian di Desa Amed dengan latar belakang Gunung Agung, Karangasem, Selasa (26/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Gunung Agung dikenal sebagai obyek wisata pendakian di Bali yang menawarkan beragam panorama yang bisa dinikmati.

Ada pemandangan seperti Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat; Danau Batur dan Gunung Batur di Bali; dan juga momen matahari terbit yang memukau.

Gunung Agung termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Karangasem.

  Ada dua jalur pendakian yang biasa digunakan oleh pendaki untuk mencapai puncak Gunung Agung. Apa saja?

Koordinator Pemandu Pendakian Gunung Agung, Komang Kayun mengatakan dua jalur tersebut bisa dilalui lewat Pura Besakih dan Pura Pasar Agung.

Gunung Agung saat diabadikan dari Pura Besakih,Karangasem,Jumat (22/9/2017).(Rizal Fanany/Tribun Bali)
Gunung Agung saat diabadikan dari Pura Besakih,Karangasem,Jumat (22/9/2017).(Rizal Fanany/Tribun Bali) (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Jalur Pura Besakih berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, sementara jalur Pura Pasar Agung berada di Desa Selat, Kecamatan Sebudi.

 "Umumnya pendaki melewati jalur pendakian Pura Besakih yang bisa sampai puncak 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Komang Kayun saat dihubungi KompasTravel, Senin (25/9/2017).

Bila melewati jalur pendakian Pura Besakih, pendaki akan bertemu dengan Pura Pesimpangan, Tirta Giri Kusuma, dan Kori Agung.

Adapun ketiga tempat itu disakralkan bagi umat Hindu Bali.

Masyarakat melakukan upacara di Pura Penataran Agung Pemuteran, Rabu (27/3/2017)
Masyarakat melakukan upacara di Pura Penataran Agung Pemuteran, Rabu (27/3/2017) (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

 "Kori Agung itu pintu menuju puncak. Setelah itu ada puncak 1 dengan ketinggian 2.800 mdpl, ada puncak dua 3.140 mdpl, puncak ketiga itu 3.142 mdpl. Dari puncak itulah daya tarik melihat pemandangan-pemandangan," tambahnya.

Kemudian, jalur pendakian Pura Pasar Agung nantinya hanya sampai di pinggir kawah.

Komang Kayun mengatakan jalur Pura Pasar Agung hanya sampai di ketinggian 2.800 mdpl.

"Itu kalau mau sampai puncak ketiga, sangat sekali jalannya untuk menyeberang karena terjal. Kecuali pendaki yang sering mendaki mungkin bisa lewat," ujar Komang Kayun.

 Titik awal pendakian jalur Pura Besakih sendiri berada di ketinggian 1.250 mdpl. Sementara, untuk titik awal Pura Pasar Agung berada di ketinggian 1.750 mdpl.

Gambaran puncak Gunung Agung berdasarkan citra satelit earthexplorer.
Gambaran puncak Gunung Agung berdasarkan citra satelit earthexplorer. (earthexplorer.usgs.gov)

"Itu trek perjalanan di Pura Pasar Agung itu jalur bebatuannya sangat panjang. Jalur besakih itu trek bebatuannya pendek tapi jalur pendakiannya panjang," tambah Komang.

Gunung Agung sendiri bertipe stratovolcano yang hingga saat ini masih berstatus aktif.

Masyarakat Hindu Bali percaya, Agung adalah gunung tempat bersemayamnya dewa-dewa. (WAHYU ADITYO PRODJO)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Mengenal Dua Jalur Pendakian Gunung Agung di Bali

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved