Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Banyuwangi

Belajar ke Azerbaijan Anas Siapkan Mal Pelayanan Publik, Urus Apa pun di Satu Tempat

Sebelum mempersiapkan Mal Pelayanan Publik, pekan lalu Anas sempat mengunjungi Azerbaijan, negara yang terkenal dengan pelayanan publiknya

SURYA
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat meninjau lokasi yang akan dipakai Mal Pelayanan Publik. ? 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI- Pemkab Banyuwangi bersiap membuka Mal Pelayanan Publik terpadu. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengecek lokasi pelayanan publik tersebut, di bekas bangunan Mall of Sri Tanjung (MOST), Senin (2/10).

Sebelum mempersiapkan Mal Pelayanan Publik, pekan lalu Anas sempat mengunjungi Azerbaijan, negara yang terkenal dengan pelayanan publiknya.

Selain Azerbaijan, Anas juga mengunjungi Georgia pekan lalu. 

Anas diajak oleh Menpan RB, Asman Abnur, mengunjungi langsung Azerbaijan dan Georgia.
Dalam kunjungan tersebut, ‎Pemerintah Indonesia melalui KemenPAN- RB, dan Azerbaijan meneken nota kesepahaman (MoU), kerja sama di bidang pelayanan publik dan sosial. 

Di sana Anas melihat ASAN Xidmat, institusi pelayanan publik terpadu di Azerbaijan, yang ditetapkan sebagai terbaik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam United Nation Public Service Award (UNPSA).

"Di Azerbaijan, Mal Pelayanan Publik terpadu melayani 400-an urusan warga. Kami ingin di Banyuwangi diterapkan, tentu secara bertahap. Kami terus lengkapi dan sempurnakan. Kami juga bicarakan dengan kepolisian dan Ditjen Imigrasi agar pelayanan yang terkait urusan kepolisian serta keimigrasian dipindah di sini," ujar Anas.

Rencana pendirian Mal Pelayanan Publik, sudah lama dirancang oleh Anas. Setelah mengunjungi Azerbaijan, Anas mendapat banyak hal yang bisa diterapkan di Banyuwangi.

Anas mengatakan, Mal Pelayanan Publik Terpadu, memudahkan warga mengurus berbagai dokumen yang diperlukan, mulai dari administrasi kependudukan seperti KTP, kartu keluarga, akta kelahiran dan akte kematian, izin usaha, retribusi daerah, hingga berbagai dokumen lain seperti SIM, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), serta paspor.

"Sebenarnya setahun lalu kami telah rancang mal pelayanan publik, tapi waktu itu kita harus menunggu permasalahan aset MOST. Aset MOST sekarang tuntas. Jadi kami kebut Mal Pelayanan Publik, semua sistem dan SDM diintegrasikan di sini. Urus apapun di sini nantinya. Kami akan mulai uji coba dalam satu atau dua pekan mendatang," ujar bupati berusia 44 tahun tersebut.

Dengan mal pelayanan publik, pelayanan menjadi ringkas, transparan, dan bersih.

"Tidak ada pungutan tidak resmi. Kalau ada layanan yang mewajibkan perlu retribusi daerah, bisa langsung bayar ke loket bank yang disediakan di sini," tegasnya.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), imbuh Anas, SDM Pemkab Banyuwangi harus dipaksa siap.

“SDM harus dipaksa siap. Warga perlu kepastian, transparansi dan percepatan. Saya sudah konsultasi ke pemerintah pusat, petugas garda depan pelayanan atau frontliner boleh diberi tambahan insentif agar kinerjanya makin oke dan menutup celah pungli,” kata Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Jatim tersebut.

Anas memastikan Mal Pelayanan Publik, juga ramah penyandang disabilitas dengan fasilitas penunjangnya secara bertahap.

Dia menambahkan, pada tahap awal, Mal Pelayanan Publik disiapkan di tengah kota.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved