Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Banyuwangi

Ribuan Orang Padati Ritual Petik Laut Muncar ‎Banyuwangi

Puluhan kapal nelayan beraneka motif dan warna mencolok, mendampingi kapal utama pembawa sesaji, yang akan dilarung di laut lepas

Tayang:
Surya
Petik Laut Muncar, Banyuwangi, tradisi bentuk rasa syukur nelayan Banyuwangi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI- Ribuan orang mulai dari anak-anak hingga dewasa, memadati ‎Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, Kamis (5/10).

Mereka mengikuti ritual  petik laut, yang merupakan cara nelayan sebagai wujud syukur atas karunia kekayaan laut.

Petik laut digelar setahun sekali, tiap 15 Muharram atau 15 Syuro. Tahun ini petik laut jatuh pada, Kamis (15/10). 

Sejak pagi ribuan orang telah memadati Pelabuhan Muncar. Mereka ingin melihat dan mengabadikan proses arak-arak sesaji yang diletakkan di perahu kecil sepanjang lima meter, ke tengah laut

Puluhan kapal nelayan beraneka motif dan warna mencolok, mendampingi kapal utama pembawa sesaji, yang akan dilarung di laut lepas.

Begitu sesaji dihanyutkan, nelayan terjun ke laut, saling berebut mengambil sesaji yang hanyut. Tradisi Petik Laut yang telah berlangsung turun temurun ini menjadi simbol rasa syukur dan “ngalap berkah” para nelayan, di kawasan salah satu pelabuhan ikan terbesar di Indonesia.  

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, prosesi Petik Laut tahun ini lebih sakral. Ritual petik laut diawali dengan pembacaan Salawat Asmaul Husna. 

"Kami ingin ritual ini terjaga kesakralannya. Karena itu tahun ini suasana kami buat sereligus mungkin," kata Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, dan Ketahanan Pangan, Hary Cahyo Purnomo.

Apabila tahun-tahun sebelumnya banyak kapal-kapal nelayan yang membunyikan berbagai jenis musik melalui sound system, tahun ini suara-suara musik terutama dangdut itu ditiadakan.

"Sehari sebelumnya para nelayan dan warga Muncar, menggelar selamatan dan doa bersama," kata Hary.

Petik Laut merupakan warisan leluhur sebagai sedekah masyarakat terhadap laut yang selama satu tahun menjadi tempat mereka mengais rezeki. Selain itu juga sebagai tolak bala.

Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas mengatakan, dari tahun ke tahun warga Muncar kian berbenah. Ritual Petik Laut tiap tahunnya juga digelar kian menarik.

"Muncar semakin tahun semakin baik. Itulah mengapa saat International Tour de Banyuwangi Ijen beberapa hari lalu, kami mengambil start di Muncar," kata Anas.

Anas mengatakan Petik Laut merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak lama. Pemerintah daerah mendukung masyarakat yang merawat kearifan lokal setempat.

Tak sekadar tradisi, menurut Anas kegiatan Petik Laut juga bisa menjadi wahana pariwisata. Petik laut yang merupakan bagian dari atraksi budaya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved