Jika Ada Orang Meninggal, Kenapa Cermin dan Gambar Harus Ditutup? Begini Penjelasannya

Hal ini sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang sudah turun temurun hingga menjadi suatu tanda tanya

Jika Ada Orang Meninggal, Kenapa Cermin dan Gambar Harus Ditutup? Begini Penjelasannya
Net
Kolase 

TRIBUN-BALI.COM-- Sebuah perbuatan yang sedikit aneh, jika ada orang meninggal dan dibawa kerumah, semua cermin dan gambar atau foto-foto harus segera ditutup.

Hal ini sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang sudah turun temurun hingga menjadi suatu tanda tanya bagi orang yang tidak mengerti hal tersebut.

Baca: Hanna Annisa Ungkap Alasan Buat Video Mesum, Universitas Indonesia Akui Hanna Sebagai Alumnus

Baca: Hanna Annisa Ungkap Alasan Buat Video Mesum, Universitas Indonesia Akui Hanna Sebagai Alumnus

Baca: Nekat Share Video Mesum Hanna Annisa Siap-siap Dicari Polisi dan Jaksa

Namun karena memandang situasi yang sedang berduka, kadang kala persoalan ini akhirnya disimpan dan dibiarkan begitu saja tanpa ada yang berani bertanya untuk apa semua hal itu dilakukan.

Semestinya persoalan ini perlu mendapat penjelasan yang dari orang yang memang mengerti tentang hal tersebut dan apa hukumnya jika orang melakukan hal ini.

Jenazah
Jenazah ()

Apa yang dilakukan selama ini merupakan cara-cara orang terdahulu yang beranggapan bahwa cermin hanya digunakan oleh si mati ketika ia hidup saja.

Apabila ia telah mati, cermin tersebut tidak berguna, karena menurut kepercayaan kuno masyarakat, roh atau hantu tidak boleh melihat dirinya di dalam cermin.

Maka untuk menjaga hati dan perasaan serta menghormati roh tersebut, maka setiap cermin di rumah si mati haruslah ditutup. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved