Usai Galungan, Petugas Kebersihan di Denpasar Lembur Bersihkan 1.650 Ton Sampah
Pasca hari raya Galungan ini, para petugas kebersihan di Denpasar harus bekerja ekstra keras plus lembur untuk menangani sampah
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tumpukan kresek berisi bahan-bahan upacara agama memenuhi tiap-tiap tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) di Kota Denpasar, Bali, Jumat (3/11/2017).
Sampah-sampah bekas upacara agama juga tampak berjubel di sejumlah sungai di Denpasar.
Pasca hari raya Galungan ini, para petugas kebersihan di Denpasar harus bekerja ekstra keras plus lembur untuk menangani sampah yang mencapai 1.650 ton pasca hari raya Galungan ini.
"Kami harus menerapkan kerja lembur untuk mengangkut sampah yang ada pasca Hari Raya Galungan. Hal ini diharapkan tidak terjadi tumpukan sampah di trotoar dan di depo,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ketut Wisada.
Pada hari-hari biasa, menurut data dari DKP Denpasar, jumlah total sampah yang diangkut DKP Denpasar rata-rata sebanyak 900, sampai 1000 ton per harinya.
Untuk mengantisipasi terjadinya tumpukan sampah paska hari raya tersebut Ketut Wisada mengaku telah melaksanakan kerja lembur untuk semua petugas kebersihan.
Dalam kerja lembur tersebut Wisada mengaku melayani sebanyak 13 depo sampah yang ada di Kota Denpasar.
Wisada menambahkan seperti tahun sebelumnya tumpukan sampah di tempat penampungan sampah sementara (TPSS) dan depo memang mengalami peningkatan mencapai 75 persen.
Sampah tersebut didominasi sampah organik berupa bekas sesaji yang digunakan saat hari Raya Galungan.
"Dengan tambahan lembur kepada petugas kebersihan, maka sampah tidak sampai meluber. Sehingga sampah tersebut mampu teratasi dengan cepat," ujarnya.
Ia menjelaskan jumlah tenaga kebersihan DKP Kota Denpasar sebanyak 1.400 orang.
Jumlah tenaga kebersihan tersebut masih minim, sehingga beberapa jalan protokol belum bisa dijangkau.
Meski demikian masalah kebersihan bisa diatasi karena didukung juga oleh petugas dimasing-masing lingkungan, desa dan kelurahan.
Selain didukung oleh tenaga kebersihan dalam mengatasi volume sampah paska hari Raya Galungan pihaknya juga mengerahkan seluruh armada pengangkutan yang mencapai 45 armada angkutan.
Keterbatasan armada inilah juga yang menyebabkan dilaksanakan lembur untuk pengangkutan sampah pasca hari Raya Galungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sampah_20171103_163734.jpg)