Bali Paradise
Air Terjun Sing Sing Angin Terkenal Lewat Medsos, Wisata Alam di Desa Manikyang, Selemadeg
Untuk mencapai lokasi ini, Anda harus melewati jalan tak mulus, yang membuat badan serasa berguncang di atas kendaraan.
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Bagi mereka yang belum mengenal medan, perjalanan menuju Air Terjun Sing Sing Angin di Desa Manikyang, Selemadeg, Tabanan, Bali, boleh dikata menguji kekuatan tekad.
Sebab untuk mencapai lokasi ini, Anda harus melewati jalan tak mulus, yang membuat badan serasa berguncang di atas kendaraan.
Kondisi semacam ini akan berlangsung sepanjang kurang lebih 3 kilometer perjalanan.
Meskipun kondisi jalan belum begitu bersahabat, namun pemandangan yang tersaji seakan mampu menyajikan hiburan.
Sawah terbentang di sisi kanan dan kiri, sungai kecil pun mengalir mengairinya.
Sesekali Anda bisa saja berpapasan dengan petani yang sibuk mengerjakan sawahnya.
Anda juga bisa melihat burung kokokan yang mencari makan di sela-sela tanaman padi. Sebuah pemandangan khas pedesaan yang tenang dan alami.
Air Terjun Sing Sing Angin ini tepatnya berada di kawasan Banjar Apit Yeh.
Di beberapa titik persimpangan Anda akan menemukan penanda arah menuju Air Terjun Sing Sing Angin, sehingga tak perlu khawatir tersesat.
Jika pun kebingungan, Anda bisa menanyakan lokasi air terjun ini kepada warga sekitar.
Warga Desa Manikyang rata-rata sudah tahu keberadaan air terjun ini sebab menjadi tujuan setiap wisatawan yang berkunjung ke Manikyang.
“Meskipun tidak banyak, ada saja wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini. Mayoritas mereka tahu tempat itu dari media sosial. Mereka pun datang dari berbagai wilayah. Ada yang dari Jakarta, sampai tamu asing,” ucap Gus Hendrawan, warga Desa Manikyang.
Gus Hendrawan yang kebetulan bekerja di vila daerah Manikyang mengaku sering diminta untuk mengantar turis ke Air Terjun Sing Sing Angin.
Daya tarik dari air terjun tersebut adalah keadaannya yang masih alami. Belum ada banyak pembangunan di sekitar air terjun.
Fasilitas yang bisa pengunjung manfaatkan di tempat wisata ini hanyalah tangga menuju air terjun serta lahan parkir yang mungkin hanya cukup untuk lima sepeda motor.
“Tempat tersebut memang belum banyak dikelola sebagai daya tarik wisata. Bahkan menurut yang saya dengar, akses tangga itu pun dibangun oleh pihak swasta, pemilik lahan sekitar air terjun. Papan penunjuk jalan menuju lokasi pun dibantu oleh mahasiswa yang sedang mengikuti program KKN di desa kami. Untuk masuk ke air terjun ini belum ditetapkan karcis masuk,” jelas Gus Hendrawan.
Bagi wisatawan yang suka bersantai di tempat yang hening, Air Terjun Sing Sing Angin bisa menjadi rekomendasi yang tepat.
Tempat ini lokasinya cukup tersembuyi. Sekitar air terjun pun hanya terdapat sawah dan telagan, belum ada bangunan yang berdiri di sekitar air terjun.
Air terjun ini juga lokasi yang bagus sebagai tempat berfoto.
Perpaduan pohon besar, air terjun, dan tebing bebatuan akan membuat foto yang Anda hasilkan begitu natural.
Jika Anda datang ke tempat ini sewaktu hujan diharapkan untuk berhati-hati, sebab jalanan akan menjadi licin.
Sewaktu hujan deras pun, debit air bisa naik dan membawa lumpur. Jadi disarankan untuk berkunjung di saat hari cerah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/air-terjun-sing-sing-angin_20171104_165636.jpg)