Gunung Agung Terkini
Matinya Air PDAM di Klungkung Diisukan Karena Terjangan Lahar Dingin, Ternyata Ini Yang Terjadi
Sedari pagi, air PDAM yang biasanya mengalir lancar tiba-tiba tidak mengalir hingga sore.
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Putu Sudiasih terpaksa mengangkut air galon satu demi satu dari GOR Swecapura, menuju rumahnya di Banjar Jro Agung, Desa Gelgel, Klungkung, Bali, Senin (27/11/2017).
Sebab, sedari pagi, air PDAM yang biasanya mengalir lancar tiba-tiba tidak mengalir hingga sore.
"Tumben sekali begini. Sebelumnya selalu lancar. Air dirumah saya sudah habis sekali makanya terpaksa ikut cari air di sini," kata perempuan paruh baya itu kepada Tribun Bali.
Sudiasih adalah satu di antara 200 ribu warga Klungkung, plus tiga ribu lebih pengungsi di Klungkung yang harus kocar kacir mencari air.
Namun untungnya di Pemkab Klungkung segera tanggap dengan menurunkan tiga truk tangki air yang dibawa ke desa-desa.
Pantauan Tribun Bali di GOR Swecapura, Klungkung, tampak sejak pukul 14.00 sampai pukul 16.15 wita warga masih berbondong-bondong mendatangi lokasi air sumur bor yang tepat berada di sisi timur GOR Swecapura.
"Selain di sini, ada juga di Kota. Disana malah lebih ramai lagi makanya saya ke sini saja," tutur Sudiasih kepada Tribun Bali.
Dikonfirmasi, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klungkung, Putu Widiada menjelaskan bahwa matinya aliran air PDAM disebabkan karena faktor teknis.
Ia membantah isu yang tersebar bahwa air PDAM Mati karena pipa jebol akibat terjangan lahar dingin.
"Tidak ada kaitannya dengan lahar itu. Itu murni gangguan teknis. Mungkin ada masalah di mesinnya. Tadi saya sudah kontek Dirut PDAM-nya, dan sedang diperbaiki," kata Widiada kepada Tribun Bali.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/klungkung_20171127_164114.jpg)