Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Siaga Evakuasi Warga di Sekitar Gunung Agung, Ini Peran Penting Pasemetonan Jagabaya

Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung memiliki peran penting, secara aktif melalui radio komunikasi atau handytalky (HT) saling

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Rizal Fanany
Personil Brimob Polda Bali melakukan penyisiran wilayah rawan bencana dan menghimbau warga untuk segera mengungsi setelah terjadinya beberapa kali gempa dari aktifitas Gunung Agung di Desa Temukus, Karangasem, Jumat (22/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung memiliki peran penting, secara aktif melalui radio komunikasi atau handytalky (HT) saling memberikan informasi kondisi yang ada di setiap desa.

Hal itu terjaidi setelah status Gunung Agung di Provinsi Bali telah dinaikkan ke level IV sejak dua hari yang lalu Senin (27/11/2017), tepatnya pukul 6 pagi waktu setempat.

Masyarakat pun segera diinformasikan untuk mengungsi dari zona berbahaya sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

 
"Informasi dengan cepat diberikan oleh radio komunitas yang baru saja terbentuk, yaitu Pasebaya," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Rabu (29/11/2017).

Sutopo menejaskan, Pasebaya yang diketuai oleh I Gede Pawana ini tidak hanya beranggotakan para perbekel tetapi para relawan lain yang memiliki radio komunikasi di 28 desa.

Baca: Dua Hari Penutupan Bandara Ngurah Rai, Dua Moda Transportasi Ini Alami Pelonjakan

Baca: Gunung Agung Erupsi, Ini Instruksi Jokowi Kepada Jajaran Kementerian, Gubernur Bali dan Bupati

Saat ini, Pasebaya masih menumpang di frekuensi Orari dan akan segera beralih ke frekuensi yang khusus.

"Meskipun pemilik radio komunikasi terbatas, namun para perbekel berupaya berbagi informasi kepada para warga," katanya.

Biasanya, imbuhnya, mereka berkumpul di banjar pada sore hari untuk mendengarkan informasi dari wilayah lain.

“Sebelumnya ada komunitas-komunitas radio, namun selama ini parsial. Setelah kita difasilitasi oleh Orari, dan setelah terbentuk perkumpulan Pasebaya, kita difasilitasi oleh Orari, diberikan fasilitas, jadi masyarakat masuknya satu pintu,” ujar Pawana.

Pawana menambahkan melalui jejaring Pasebaya ini, informasi mengenai Gunung Agung lebih akurat dan terkini. Informasi mengenai situasi di wilayah administrasi tingkat desa akan dicek terlebih dahulu sebelum disebarkan melalui radio.

Di samping jejaring melalui radio komunikasi, Pasebaya juga menggunakan jalur komunikasi dengan aplikasi Whatsapp.

Semangat pertama dibentuknya Pasebaya adalah mengedukasi warga mengenai potensi bahaya erupsi Gunung Agung. Namun demikian, tuntutan warga terhadap Pasebaya semakin tinggi, seperti permintaan mengenai bantuan.

Secara pribadi, Pawana memiliki harapan dengan terselenggaranya Pasebaya ini dapat menghimbau masyarakat mengenai ancaman bahaya erupsi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved