Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Jika Meletus, Gunung Agung Bisa Jadikan Tanah di Bali Tersubur di Dunia

Awan panas menghanguskan tanaman, abu vulkanis menimbuni lahan pertanian dan merusak tanaman.

Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Rizal Fanany
Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat dua lubang didalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih dan asap pekat berwarna kelabu. 

TRIBUN-BALI.COM - Gunung Agung di Bali saat ini berada pada status IV Awas, yaitu berada pada tingkat yang paling tinggi , akibatnya warga di radius sampai 10 kilometer dievakuasi dari zona bahaya.

Jika erupsi terjadi, salah satu dari kami (Dian) akan segera berangkat ke Bali untuk mengumpulkan abu dan tanah yang terdampak.

Letusan ini dikhawatirkan dapat menjadi bencana yang besar akibat lava, abu dan awan panas yang bersuhu tinggi dapat mencapai 1.250 ?.

Lava akan mengalir menyusuri lereng gunung, sedangkan abu terlempar ke atmosfer bahkan stratosfir.

Awan panas dan abu vulkanis membawa risiko yang serius terhadap manusia dan penghidupannya.

Semburan abu saat erupsi gunung api tak hanya memengaruhi penerbangan dan pariwisata, tapi juga berdampak pada kehidupan dan aktivitas pertanian bagi para petani.

Awan panas menghanguskan tanaman, abu vulkanis menimbuni lahan pertanian dan merusak tanaman.

Tetapi dalam jangka panjang, abu akan menciptakan tanah yang paling subur di dunia.

Meskipun luas tanah vulkanis hanya sekitar 1% saja dari luas daratan bumi, ternyata tanah vulkanis dapat menghidupi 10% dari populasi dunia.

Abu vulkanik masih terlihat di atap rumah warga dengan latarbelakang Gunung Agung di Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Indonesia, Jumat (1/12/2017).
Abu vulkanik masih terlihat di atap rumah warga dengan latarbelakang Gunung Agung di Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Indonesia, Jumat (1/12/2017). (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Tidak mengherankan kawasan vulkanis termasuk area dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

Cincin api

Indonesia terletak di gugusan Cincin Api Pasifik, serangkaian gunung berapi yang membentang dari Sumatra melalui Jawa dan Bali, Maluku hingga Timor, dan merupakan lokasi tektonik paling berbahaya di dunia.

Sepanjang sejarah, letusan gunung berapi di Indonesia telah memengaruhi iklim dunia, terutama Gunung Toba yang meletus begitu dahsyat sekitar 74.000 tahun yang lalu, yang mengakibatkan musim dingin selama enam tahun.

Gunung Tambora dikenal karena letusan hebatnya pada 1815 dan menyebabkan satu tahun tanpa musim panas di Eropa, dan letusan Gunung Krakatau pada 1883 juga memengaruhi dunia.

Letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa pada tahun 1815 melemparkan sekitar 160 kilometer kubik material vulkanis ke atmosfer.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved