Breaking News:

Tiga Pasien Suspect Difteri Dirawat di RSUP Sanglah, Satu Pasien Dalam Kondisi Hamil 3 Bulan

Pasien dibawa menggunakan mobil ambulans RSUD Kabupaten Karangasem. Pasien berjenis kelamin perempuan tersebut berasal dari Bebandem, Karangasem.

Tribun Bali/Irma Budiarti
Pasien Suspect Difteri, NKSS (30), asal Karangasem, baru tiba di Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah, Denpasar, (24/12). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Minggu (24/12) sekitar pukul 16.00 Wita, satu pasien suspect difteri tiba di Ruang Penyakit Menular, Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah, Denpasar.

Pasien dibawa menggunakan mobil ambulans RSUD Kabupaten Karangasem. Pasien berjenis kelamin perempuan tersebut berasal dari Bebandem, Karangasem.

Sejauh ini, sudah ada tiga pasien suspect difteri yang dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar.

Berdasarkan pantauan Tribun Bali, pasien tampak menggunakan masker di mulutnya. Ia terlihat lemah dan dalam kondisi yang tidak begitu baik.

Perempuan berambut panjang itu ditemani oleh dua orang laki-laki yang kemungkinan merupakan ayah dan suaminya. Turun dari mobil ambulans, raut cemas tergambar jelas di wajah keduanya.

Menurut keterangan sopir ambulans yang membawa pasien, Mulyono (53), pasien berinisial NKSS (30).

Dari keterangannya diperoleh informasi, bahwa Sedani saat ini dalam kondisi hamil tiga bulan. Sedani merupakan pasien ketiga yang tersuspect difteri dan menerim perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum ada satupun yang dapat ditemui dan dimintai keterangan.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kasubbag Humas RSUP Sanglah, Denpasar, I Dewa Ketut Kresna, membenarkan jika memang ada tiga pasien suspect difteri yang dirawat di sana (RSUP Sanglah).

Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan apapun perihal ketiga pasien suspect difteri tersebut. Lantaran hasil lab belum keluar.

"Iya, memang ada pasien suspect difteri. Saya tidak bisa memberikan keterangan apapun. Karena ini sudah menyentuh ranah Dinas Kesehatan. Lagipula, hasil lab juga belum keluar. Kalaupun keluar akan diserahkan pada Dinas Kesehatan. Jadi, sebaiknya konfirmasi langsung pada Dinas Kesehatan," tuturnya ketika dikonfirmasi melalui jaringan telepon. (*) 

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved