Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Warga Dukuh Mengaku Dengar Suara Ini Sebelum Diguyur Hujan Abu Disertai Pasir

Kata Sumiarsa, hujan abu yang terjadi cukup lebat dan tebal akibat disertai pasir.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Saiful Rohim
Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Minggu (24/12/2017). Erupsi sebabkan hujan abu di wilayah Kubu. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Minggu (24/12/2017) pukul 10.05 Wita, dengan mengeluarkan asap tebal dan abu vulkanik setinggi 2.5000 meter dari kawah.

Akibatnya beberapa titik di wilayah Kecamatan Kubu, Karangasem, diguyur hujan abu disertai pasir, sejak pukul 10.20 Wita.

Baca: TERKINI, Begini Visual Gunung Agung Siang Ini, Asap Kawah Bertekanan Lemah

Di antaranya Desa Dukuh dan Tulamben.

Ketika dikonfirmasi Tribun Bali, kemarin, Perbekel Desa Dukuh, Gede Sumiarsa, mengatakan hujan abu disertai pasir terjadi sekitar empat jam.

Kata Sumiarsa, hujan abu yang terjadi cukup lebat dan tebal akibat disertai pasir.

Ketebalannya mencapai sekitar 5-8 milimeter.

Warna pasirnya seperti pasir di Pantai Kuta, putih kecoklatan.

Jalanan dan atap rumah warga di Desa Dukuh tertutup abu disertai pasir.

Tapi tak sampai ada kejadian rumah roboh akibat hujan abu disertai pasir ini.

"Menurut saya ini hujan abu vulkanik disertai pasir. Butirannya lebih besar daripada abu vulkanik. Warnanya putih kecoklatan seperti pasir Pantai Kuta. Kalau dilalui kendaraan, pasir dan abu di jalan akan berterbangan," kata Sumiarsa.

Sumiarsa menambahkan, sebelum terjadi hujan abu disertai pasir warga yang berada di Desa Dukuh sempat mendengar bunyi meraung-raung seperti pesawat jet.

Beberapa menit kemudian terdengar suara ledakan.

Warga yang saat itu sedang mencari pakan ternak kaget dan langsung turun ke bawah (daerah yang lebih rendah).

"Desa Dukuh dengan puncak Gunung Agung jaraknya 5-6 kilometer. Semua warganya telah mengungsi. Pagi hari sebagian warga pulang untuk lihat ternak dan rumah. Warga mendengar letusan saat pulang ke rumah," tambah Sumiarsa.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved