Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Membaca Dukungan Jusuf Kalla, Jika Jokowi Kembali Maju di Pilpres 2019

Dalam beberapa kesempatan Kalla mengisyaratkan akan berhenti dari dunia politik usai masa jabatannya sebagai wakil presiden selasai 2019 mendatang.

Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Waki Presiden, Jusuf Kalla ketika usai melaksanakan sholat jumat di mesjid Nurul Huda, Tuban Kuta, Bali, Jumat (29/12/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -‎ Tahun 2018 merupakan tahun politik. Selain terdapat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, juga terdapat persiapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019‎ yang sejak awal tahun depan sudah mulai terasa nuansanya.

Tahun depan, selain disibukkan dengan program ‎kerja, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga disibukkan dengan persiapannya maju kembali dalam pemilihan presiden.

Sejauh ini sudah dua partai yang mendeklarasikan dukungan pada Jokowi di pemilihan presiden mereka yakni PPP dan Golkar.

PPP mendeklarasikan dukungan pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Hotel Mercure Ancol 21 Juli lalu.

Seminggu berselang Partai Golkar saat masih dipimpin Setya Novanto juga melakukan hal yang sama, mendukung Jokowi dua periode menjadi presiden.

Di kepemimpinan Airlangga Hartarto dukungan kepada Jokowi kembali dipertegas.

Baca juga: Antar Jokowi di Kawasan Malioboro, Tukang Andong Bernama Timan Ketiban Rejeki Dadakan

Bahkan pernyataan dukungan diterima langsung oleh presiden dalam pembukaan Munaslub Golkar pada Senin 18 Desmber 2017.

Apabila Jokowi dipastikan akan maju lagi dalam Pilpres 2019, lantas bagaimana sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla?

‎Dalam beberapa kesempatan Kalla mengisyaratkan akan berhenti dari dunia politik usai masa jabatannya sebagai wakil presiden selasai 2019 mendatang.

‎Salah satunya ketika Kalla ditanya soal ketertarikannya kembali mengurus Partai Golkar, saat kisruh kepemimpinan Novanto terjadi beberapa waktu lalu.‎

Kalla mengatakan sudah pernah menjadi pengurus partai dan tinggal giliran generasi muda yang mengurusi Partai Golkar.

Kalla pernah menjadi Ketua Umum Golkar ke-8 pada periode 9 Okrober 2004 hingga 9 Oktober 2009.

"Itu pernah saya urus dulu Golkar lama, saya kira banyak yang muda-muda,"‎ kata Kalla, 19 Desember lalu.

Bahkan, mengenai pencalonan presiden dalam beberapa kesempatan pria kelahiran Watampone, Bone, Sulawesi Selatan tersebut dengan tegas mengatakan tidak akan maju lagi, baik itu kembali mendampingi presiden Jokowi atau maju sebagai calon presiden.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved