Disapu Longsor, Puluhan Babi Milik Warga Pupuan Mati, Muliastra: Hanya 5 Selamat
Area persawahan yang berada di Banjar Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan longsor dan menyapu kandang babi di bawahnya
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan dalam beberapa hari terakhir bencana alam terus terjadi.
Area persawahan yang berada di Banjar Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan longsor dan menyapu kandang babi di bawahnya hingga puluhan ekor babi jadi korban karena tertimbun.
Kelihan Dinas Banjar Asah Tegeh I Wayan Muliastra menyebutkan, kejadian tanah longsor terjadi pada Sabtu (6/1) sekitar pukul 20.30 Wita.
Warga mendengar suara dahan patah yang diterjang oleh tanah.
“Kejadiannya malam, pagi hari warga baru melakukan evakuasi,” katanya, Minggu (7/1/2018).
Terjangan tanah sawah tersebut menyapu kandang babi yang berada di pinggir pangkung atau kali kecil di bawahnya.
Akibatnya hewan ternak warga tertimbun. Diperkirakan puluhan babi tertimbun tanah longsor, dan hanya lima yang bisa diselamatkan.
“13 kandang terdapat 53 ekor babi, hanya lima yang selamat. Semua kandang babi berada di timur pangkung,” ujarnya.
Tidak hanya itu, sebuah rumah dan pelinggih taksu milik warga atas nama I Nengah Wiliana juga terkena dampak longsor.
“Area persawahnya juga longsor dan mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta,” terangnya.
Muliastra juga menjadi korban dari tanah longsor, dua kandang yang berisi 10 ekor babi habis disapu oleh longsor dengan kerugian mencapai Rp 15 juta.
“Saya sudah imbau warga agar jangan dulu melakukan pencarian bangkai babi, karena kondisi masih hujan dan rawan bencana,” terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/longsor_20180107_152456.jpg)