Gunung Agung Terkini
Terisolir di Radius 8 Kilometer, Jika Terjadi Erupsi, Warga Banjar Bunga Harus Lewati Wilayah KRB
Pada daftar desa dan banjar yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Desa Nawakerti dimasukkan sebagai daerah KRB.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sejumlah perbekel yang desanya masuk kawasan rawan bencana (KRB) mengusulkan agar beberapa banjar yang terisolir dan berdekatan dengan radius 6 kilometer dimasukkan KRB.
Usulan disampaikan saat rapat di Wantilan Bupati Karangasem, Minggu (7/1/2018) pukul 16.00 Wita.
Dalam rapat tersebut, hampir semua memberi usulan sama.
Satu di antaranya Perbekel Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, I Wayan Putu.
Pihaknya meminta agar Banjar Bau Kawan bagian atas, Banjar Bau Kangin bagian atas, dan Banjar Laga dimasukkan KRB.
Sebagian warga tinggal di radius 6 kilometer.
"Memang bale banjarnya berada di luar radius 6 kilometer. Tapi hampir ribuan warganya tinggal di dalam radius 6 kilometer. Makanya saya minta agar ketiga banjar ini masuk KRB," kata Wayan Putu saat ditemui di Wantilan Bupati, kemarin.
Pada daftar desa dan banjar yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Desa Nawakerti dimasukkan sebagai daerah KRB.
Cuma dalam daftar dikatakan tidak ada konsentrasi penduduk di zona awas 6 kilometer.
Padahal jumlah warga yang tinggal ribuan jiwa.
Sebagian berasal dari Desa Pidpid.
"Memang tahun 1963 kita tak kena dampak erupsi. Tapi, warga yang tinggal di radius 6 kilometer sampai 1.500 jiwa. Sampai sekarang mereka belum mau mengungsi, masih tetap tinggal di lokasi," tambah Wayan Putu.
Ketinggian Desa Nawakerti dengan Desa Datah hampir sama.
Di Desa Datah ada satu banjar yang masuk KRB, yakni Banjar Kedampal.
Tapi, kata Putu, Perbekel Datah mengusulkan agar Banjar Karangsari dan Juuk dimasukkan daerah KRB karena dekat dengan Banjar Kedampal.
Perbekel Ban, Wayan Potag, juga meminta agar Banjar Bunga dimasukkan sebagai KRB.
Memang, kata Potag, Banjar Bunga berada di radius 8 kilometer.
Tapi kondisinya terisolir.
Seandainya terjadi erupsi, warga di Banjar Bunga harus lewati daerah KRB.
Kondisi ini sangat membahayakan bagi warga.
"Di Desa Ban, banjar yang berada di radius 6 kilometer yakni Banjar Pengalusan, Cegi, Daya, Pucang, Belong, Bonyoh, Cutcut. Usulan satu lagi yakni Banjar Bunga. Jadi semuanya berjumlah delapan banjar," jelas Potag.
Sedangkan Desa Besakih mengusulkan, Banjar Temukus, Angsoka bagian atas, Banjar Kidulung Kreteg bagian atas, serta Banjar Kesimpar dan Pejang yang terisolir.
Sedangkan Desa Pempatan mengusulkan Banjar Gelian dan Purage lantaran sering terjadi hujan abu di daerah tersebut.
Untuk Desa Buana Giri, dusun yang diusulkan yakni Dusun Tanah Aron, Nangka, Buana Kerta, dan Kemuning.
Sedangkan Desa Jungutan tetap mengusulkan Banjar Yeh Kori, Kubu Pangi, Untulan, dan Gali.
Untuk banjar yang berada di Desa Buana Giri dan Jungutan, semua berada di radius 6 km.
Ketua Pasebaya, I Gede Pawana, juga meminta Dusun Sebudi, Desa Sebudi, Kecamatan Selat dimasukkan ke daerah KRB.
Karena di Dusun Sebudi ada Desa Adat Sebun yang berada di radius 6 kilometer.
Berarti di Sebudi ada 5 dusun yang masuk KRB, yakni Sogra, Lebih, Badeg Dukuh, dan Telungbuana.
Camat Kubu, Made Suartana menjelaskan, untuk Desa Baturinggit hanya Dusun Bantas yang masuk radius 6.
Sedangkan Desa Dukuh yamg diusulkan yakni Batu Giling, Buana Kusuma, dan Pandansari.
Ketiga Banjar di Desa Dukuh diusulkan karena ada sejumlah warga tinggal di radius 6 kilometer.
"Pusat banjar memang berada diluar radius, tapi warga banyak yang tinggal di hutan. Berada di dalam radius 6 kilometer. Sekarang penduduk di tiga banjar ini sudah pulang semua karena mereka nggak termasuk daftar daerah KRB," tambah Suartana.
Untuk Desa Kubu ada Dusun Untal Kaja.
Sedangakn Desa Tulamben memang kosong, tidak ada konsentrasi penduduk sekitar radius 6 kilometer.
Gede Pawana berharap, pemerintah mengakomodir usulan ini dengan harapan nihil korban.
Warga yang berada di banjar itu diminta untuk tetap ngungsi.
Wakil Bupati Karangasem, Wayan Arthadipa, bersedia mengakomodir usulan perbekel.
Harapannya agar tidak ada korban jika terjadi erupsi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gn-agung-senin_20180108_124416.jpg)